Senin, 09 Juni 2014

Syariat Menyembelih Qurban Dalam Islam



Syariat Menyembelih Qurban Dalam Islam

Dari sejarah tersebut allah mensyriatkan kepada umat islam agar menyembelih qurban setiap tanggal 10 dzul hijjah, sebagaimana firman allah :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3) * سورة الكوثر 1-3
Artinya :
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah [Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri ni'mat Allah].
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus [Maksudnya "terputus" di sini ialah terputus dari rahmat Allah].
Rasulullah menegaskan tentang pentingnya ibadah qurban, seperti dalam riwayat hadist berikut :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَ * رواه ابن ماجه - حكم الألباني : حسن

Artinya : Barang siapa yang mempunyai keluasan ( harta ) kemudian tidak berkurban maka jangan dekat-dekat dengan tempat sholatku.
Cara mendapatkan hewan qurban bisa beli sendiri atau bersyirkah ( patungan ) sebagaimana yang riwayat dalam hadist bahwa para sahabat nabi patungan untuk membeli seekor unta.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَحَضَرَ النَّحْرُ، فَاشْتَرَكْنَا فِي الْبَعِيرِ عَنْ عَشْرَةٍ وَالْبَقَرَةِ عَنْ سَبْعَةٍ» * رواه النسائى - حكم الألباني : صحيح

Artinya : Ibni Abbas berkata, aku bersama rasulullah dalam sebuah perjalanan, kemudian datang waktunya menyembelih, kemudian kami bersyirkah ( patungan ) bersama sepuluh orang untuk satu unta dan tujuh orang untuk satu sapi.

.... سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ يَقُولُ: سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ: كَيْفَ كَانَتِ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَ: «كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاسُ، فَصَارَتْ كَمَا تَرَى»: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَعُمَارَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَدِينِيٌّ، وَقَدْ رَوَى عَنْهُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ، وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ، وَاحْتَجَّا بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ضَحَّى بِكَبْشٍ، فَقَالَ: «هَذَا عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي»، وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: لَا تُجْزِي الشَّاةُ إِلَّا عَنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَهُوَ قَوْلُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ المُبَارَكِ، وَغَيْرِهِ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ * رواه الترمذي - حكم الألباني : صحيح

Artinya : Atho’ bin Yasar berkata : aku bertanya kepada Aba Ayyub Al-Anshory, bagaimana ibadah qurban pada zaman rasulullah, Aba Ayyub menjawab : seorang laki-laki menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, kemudian mereka memakannya dan memberikan makan sehingga manusia bangga-banggaan sebagaimana engkau melihatnya.
Keutamaan Qurban
Hadits yang di riwayat oleh A’isyah RA dalam hadits Imam Tirmidzi menjelaskan tentang keutamaan qurban sebagai berikut :
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا» * رواه الترمذي – حكم الباني : ضعيف
Artinya : Tidak ada amalan yang lebih di senangi oleh allah pada hari menyembelih daripada mengalirkan darah ( menyembelih kurban ), sesungguhnya pada hari kiamat hewan kurban akan datang dengan tanduknya, bulunya dan kuku kakinya, dan sesungguhnya darah hewan qurban akan jatuh pada suatu tempat di sisi allah sebelum darah itu jatuh di bumi, maka bersenang-senanglah diri kalian dengan hewan qurban tersebut.

Sejarah Qurban Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

Sejarah Qurban Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

Sejarah Ibadah qurban setiap tanggal 10 dzul hijjah tentu tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS, yang mengharu biru, setelah Nabi Ibrahim menikah dengan Saroh ( istri pertama ) selama berpuluh-puluh tahun tidak kunjung dikaruniai anak yang menjadi idaman pasangan suami istri, di umur yang ke 99 tahun Nabi Ibrahim baru dikaruniai anak Ismail melalui istri kedua beliau ( Hajar ) yang asalnya adalah hamba sahaya hadiah dari Raja Namrud yang kemudian di merdekakan dan di nikahi oleh Nabi Ibrahim. Dan pada umur 112 tahun beliau istrinya ( Saroh ) melahirkan anak yang bernama ishaq.
Di masa sayang-sayangnya Nabi Ibrahim atas kehadiran Ismail di tengah-tengah keluarganya, Alah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim agar meninggalkan Hajar dan anaknya ( Ismail ) di padang tandus tak ada air dan buah-buahan, beliau hanya meninggalkan 1 griba air dan 1 griba buah kurma. Pada awalnya saroh sempat sangsi atas kepergian suaminya, beliau bertanya “ apakah engkau tega meninggalkan aku di padang tandus ini ? “ sampai dua kali tidak ada gerak jawaban dari mulut nabi Ibrahim, lantas saroh bertanya lagi “ apakah kepergianmu ini atas perintah allah ? “Ibarhim menjawab“ Ya” Kalau begitu allah tidak akan menyia-nyiakan aku” kata Hajar.
Kurang lebih tiga belas tahun telah berlalu nabi Ibrahim kembali menjumpai anaknya ( Ismail ) dan menyampaikan perintah allah lewat mimpinya agar beliau menyembelih Ismail waktu itu berusia 13 tahun yang kemudian allah mengganti Ismail dengan kambing gibas dari surga sebagai ganti atas kesabaran keduanya. Sebagimana firman alllah dalam surat As-Shofaat ayat 100 – 112 : 

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ (112) سورة الصفات 100 – 112
Artinya :
100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar[Yang dimaksud ialah Nabi Ismail a.s.]
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[Yang dimaksud dengan "membenarkan mimpi" ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksanakannya] sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[Sesudah nyata kesabaran dan keta'atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji].
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
109. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Jumat, 06 Juni 2014

Riba Iseng-Iseng

Riba Iseng-Iseng

Sepulang dari kantor saya mampir ditukang es kelapa muda yang terletak di depan masjid Agung Garut. Ketika saya sedang asik meminum es kelapa tiba-tiba datang seorang wanita bermotor menuju ke gerobak es kelapa. Motor tersebut berhenti namun pengendaranya tidak turun dari motor helemnyapun tidak dibuka, tukang es tiba-tiba menghampiri dan memberikan sejumlah uang dengan pesan ia membayar degan tambahan cicilan hari yang terlewat. Setelah pengendara motor berlalu saya menanyakan pada si Ibu tukang es siapakah orang barusan dan dalam rangka transaksi apa?, ia mejelaskan bahwa itu adalah petugas koprasi keliling yang menagih bayaran dengan sistim harian, sayapun menanyakan berpakah pinjaman si Ibu itu, ia menjelaskan pinjamannya kecil cuma dua ratus ribu saja, ia tambahakan kata, “ iseng-iseng saja pak ”. Fenomena koprasi harian dengan syarat mudah dan pencairan mudah semakin marak khususnya di kalangan pedagang kecil, mereka merasa sangat terbantu untuk mendapatkan dana mudah dengan cicilan ringan hanya mengambil sedikit dari keuntungan hariannya, sebagai contoh pinjang Rp.100.000,- (seratus ribu) akan dikembalikan menjadi Rp.130.000,- dalam waktu 13 hari atau lebih tergantung kesepakatan, jika terlewat tidak didenda.

Peristiwa pinjam uang koprasi harian sudah dianggap biasa, mereka malah ada yang berpendapat ini bukan rentenir karena tidak bunga berbunga, padahal transaksi tersebut adalah mengandung riba karena ada pengembalian lebih dari pokok hutang ( riba qardh ). Bank konvensional keberadaannya demikian dalam pinjam meminjam sehingga masyarakat awam menganggap pinjam meminjang dengan kelebihan membayar itu adalah biasa, mereka hanya keberatan jika bunganya mencekik atau bungannya berlipat atau bunga berbunga yang dikenal sebagai kegiatan rentenir atau lintah darat. Kemudian sebagian orang malah menyamakan hal itu sebagaimana jual beli. Perlulah kiranya pemberian informasi yang jelas mengenai hukum riba ini karena di masyarakat mengambil keputusan hukum banyak dengan kesepakatan budaya dan kebiasaan saja; asal sama-sama ridho dianggap cukup. Yang menarik bagi mereka mudah jatuh kepada riba iseng-iseng, karena kemudahan dan alasan ringan, bunga kecil dan tidak berlipat, tak ada denda, dapat dilakukan kapan saja, hingga kelompok pelaku bisnis riba iseng-iseng ini bak pahlawan dimasyarakat ia bisa hadir kapan saja saat masyarakat kepepet. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dana penyelamatan umat berupa iuran untuk tanggungan bersama jika ada permsalahan menyangkut keuangan, atau tabungan yang berkembang dengan kelolaan investasi modal bisnis bagi hasil (unit saham), sebagimana yang digagas takaful syariah murni atau Usaha Bersama (UB) yang di gagas dikalangan organisasi LDII. 

Mungkin riba iseng-iseng ini dianggap dosa kecil. Jangan remehkan dosa riba perhatikan hadis di bawah ini:”
Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seseorang yang mengawini ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi). Moga-moga jadi perhatian…

Kamis, 05 Juni 2014

Faham Keagamaan

Faham Keagamaan

Tadi malam saya melakukan dialog dengan seorang penderita gangguan jiwa, target dialog meningkatkan kesadaran klien dan pengendalian diri (penguatan ego). Seorang yang menderita gagnguan jiwa dengan tanda yang dominan waham keagamaan. Sebelumnya saya telah melakukan anamnesa pada keluarganya tentang alaan klien tidak melakukan solat , jawabannya karena ia sudah ma’ripat pada Alloh, jadi tak perlu solat lagi demikian keterangan dari keluarga. 

Adapun perilaku klien sebelum jatuh sakit adalah ia seorang yang rajin mengaji, suka melakukan puasa sunah Nabi Daud, selalu berzikir, baik dengan sesama dikenal sebgai orang ramah dan suka menolong sesama. Gangguan jiwa ini didahului peristiwa ia melakukan pinjaman bank yang lumayan besar untuk ukuran beliau, satu bulan setelah transaksi pinjaman ke bank konvensional, tiba-tiba saja ia ingin pergi kesuatu tempat untuk meminta bantuan meringankan gejala yang ia rasakan aneh pada dirinya, di tengah perjalanan tiba-tiba ia tidak dapat mengendalikan diri dengan berteriak-teriak mengganggu penumpang yang lain, ahirnya sopir menurunkan beliau beserta istrinya di tepian jalan, oleh masyarakat setempat dilakukan pertolongan berupa jampi-jampi dari seorang ustad dan amukan klien mereda.
Waktu berjalan dan upaya pengobatan dilakukan oleh keluarga, ada perbaikan ia tidak lagi selalu bepergian dari rumah, dan mulai berkomunikasi secara nyambung. Ada kebiasaan baru setelah itu yaitu klien jadi suka merokok, tidak mau solat, tidak mau berjikir, tidak mampu mengucapakan kalimat toyibah dan membaca Al-Quran. Aktivitas dan produktivitas menurun drastis, ia lebih asik dengan gerakan-gerakan tubuh yang tidak terkontrol, diam melamun dan kadang tertawa sendiri (tanda halusinasi). Pada kesempatan saya mengkaji untuk melakukan terapi perilaku, saya tanyakan alasan ia tidak melakukan solat, ia menjelaskan bahawa ia tak perlu solat lagi karena ia telah bertemu dengan Nabi, dengan Siti Fatimah dan bahkan ia telah bertemu dengan Alloh. Ia menyatakannya dengan sangat yakin bahwa ia mengalami secara nyata. Dalam hati saya, inilah yang dimaksud dengan waham keagamaan (keyakinan yang salah tanpa dasar dalil dan referensi, walaupun ia merasakannya sebagai nyata). Dampak perilaku yang lain adalah ia meremehkan kehadiran terapis baik itu medis maupun spiritualis, hal ini saya analisis kemungkinan karena merasa lebih tinggi, ia pernah bertemu Nabi dan Alloh yang lain adalah manusia biasa. Ganaguan keyakinan atau isi pikir yang salah atau waham keagamaan ini yang cukup mendominasi dirinya untuk sulit berkooperatif dengan terapis dan interaksi dengan orang disekitarnya. Sayapun membuka pemikirannya dengan beberapa pertanyaan sekitar kedekatan ia pada Alloh, mengapa ia tidak dapat menyebut nama Alloh dan mengucapkan kalimat toyibah padahal ia mengaku pernah bertemu Alloh untuk pertanyaan ini ia tak dapat menjawabnya, apakah larangan Alloh membahagiakan anak dan istri serta keluarga yang lain, inipun ia terdiam. Selanjutnya saya sampaikan bahwa ukuran itu ada di luar berupa norma kehidupan, dalil-dalil dan kebiasaan umum manusia. Anjuran saya jika Anda merasa istimewa silahkan itu adalah asli perasaan Anda namun orang lain dan saya disini tidak merasakannya, karena itu perilaku Anda tidak sesuai dengan perilaku umum dan aturan norma yang ada, demikian juga keyakinana Anda. Sampai disini sayapun ingat tentang bahayanya riba, Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba.
Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah keapda Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. ( QS. Al-Baqarah 275
Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW berkata, ‘Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan !’ Para sahabat bertanya, ‘Apa saja tujuh perkara tersebut wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT kecuali dengan jalan yang benar, memakan riba, mamakan harta anak yatim, lari dari medan peperangan dan menuduh berzina pada wanita-wanita mu’min yang sopan yang lalai dari perbuatan jahat. (Muttafaqun Alaih).
Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya dan dua saksinya, dan beliau berkata, mereka semua adalah sama. (HR. Muslim)
Allah SWT berfirman dalam QS. 2 : 278 – 279 ; “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan seluruh sisa dari riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Alla hdan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.”
Semoga jadi nasihat yang bermanfaat.

Keajaiban Silaturohim

Keajaiban Silaturohim

Hampir dua bulan kami merencanakan untuk bersilaturohim dengan orang tua, akibat satu dan lain hal tertunda . Pada hari ini Alhamdulillah kami dapat melakukannya, meski tantangan biaya transportasi cukup lumayan, saya beranikan untuk memprioritaskan bersilaturohim, dengan berharap pada Alloh semoga saya ditolong untuk keperluan saya yang lain karena dana untuk keperluan tersebut kami gunakan untuk keperluan bersilturohim.
Keputusan saya untuk bersilaturohim membuat anak-anak merasa bahagia, ketika saya sedang menyetir bersama anak kami yang masih duduk di bangku kelas satu, saya tanya tentang perasaanya saat ini dalam rangka silaturohim ke Nenek dan Kakenya, ia menyatakan perasaanya bahwa ia sangat bahagia, kemudian saya ajak ia untuk bersyukur pada Alloh.
Pada acara silaturohim kali ini bersamaan dengan salah satu dari keluarga besar kami melaksanakan aqikah untuk putri pertamanya. Pada acara tersebut saya mendapat kehormatan untuk membacakan dalil-dalil tentang aqikah serta nasihat lainnya, saat berlangsungnya nasihat sayapun menambah keterangan bahwa salah satu kewajiban anak adalah berbakti pada ke dua orang tuanya yang diantaranya membuat senang hati orang tua dengan memberikan perhatian baik itu sekedar mengontek lewat telephon atau bersilaturohim. Saya sampaikan untuk bersilaturohim mungkin kadang kita harus sengaja menyediakan waktu dan dananya, bukan menunggu sampai waktu longggar dan uang tersedia, insyalloh sesuai janji Rosululloh bagi yang melaksanakan silaturohim akan dimudahkan rezeki dan akan dipanjangkan umurnya.
Kebetulan kamipun bermalam di sana, di pagi hari setelah sarapan pagi saya berbincang dengan Ayah tentang berbagai hal termasuk beberapa rencana keluarga kami kedepan serta sekaligus memohon doanya agar kiranya cita-cita baik kami dikabulkan Alloh. Setelah berbincang, saya menelephon kawan saya yang meminjami mobil untuk keperluan kam,i karena kebetulan mobil kami bermasalah, saya mencoba menanyakan uang sewa, teman saya menyatakan tak perlu disewa gunakan saja, Alhamdulillah ya Alloh atas rezeki yang engkau berikan dengan tidak disangka-sangka. Ketika kami kembali ke rumah setelah bersilaturohim, Alloh memberi rezeki lagi dengan datangnya beberapa order bisnis kami untuk bulan sawal yang lumayan besar pesanannya, ini semua di luar dugaan. Kami berbulan-bulan bersaing dengan para pembisnis senior. Saya meyakini inilah janji Rosululloh tentang silaturohim, saya mengatakannya sebagai keajaiban silaturohim. Siapa yang suka untuk diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 5986 & Muslim 2557)
Engkau beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 1396 & Muslim 13)
“Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang menyambung apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. ar-Ra’du: 19-21)
“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk-Nya, hingga apabila Dia selesai dari menciptakan mereka, rahim akan berdiri dan berkata: ‘Ini adalah tempat berdiri orang yang berlindung kepada-Mu dari memutuskan tali silaturrahmi.’ Allah berfirman: ‘Ya, tidakkah engkau ridha bila Aku menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan orang yang memutuskanmu?’ Rahim berkata: ‘Tentu saja.’ Allah berfirman: ‘Maka, itu menjadi milikmu.’” (HR. Bukhari 5987 & Muslim 2554)
Moga Alloh memberi manfaat dan barokah…

Senin, 19 Mei 2014

Pengelolaan Memori Otak Anda

Pengelolaan Memori Otak Anda

LDII Kediri - Ketika saya berada di ruang tamu rumah kami hendak menyapukan sedikit kotoran yang berserakan, ketika saya meraih sapu, tiba-tiba saya teringat sebuah berita di Koran local sekitar 30 th yang lalu, isi berita menceritakan pantomime yang minim ide yaitu hanya sekitar permainan sapu disana ada gambar jelas pemain pantomime dengan wajah mike-up badut pakai topi mirip Carli Caplin. Saya berpikir informasi itu saya baca hanya satu kali sebagaimana orang umumnya membaca Koran, pada saat saya bacapun sekedar iseng saja, saya merasa itu bukan informasi yang istimewa namun anehnya tercatat dalam memori saya, sehingga ketika saya hendak menyapu, benda sapu seolah menjadi password pengingat peristiwa itu.


Ini bukti bahwa ingatan tidak hilang apa yang kita lalui dalam hidup ini dicatat oleh otak kita disimpan dalam memori, akan terpanggil keluar kembali ketika kita bertemu dengan benda atau kata penyerta dalam peristiwa seolah sebagai password. Otak manusia bekerja dengan system asosiasi yang rumit menyatukan berbagai informasi yang ada sekedar melengkapi data atau membentuk ide kreatif. Banyaknya pengalaman baik itu pengalaman nyata ataupun pengalaman bacaan atau informasi melalui pembicaraan langsung. Sebagian informasi masuk demikian saja tanpa pengulangan seperti kejadian yang saya alami, secara teori sangat dimungkinkan pada saat itu saya membaca dalam suasana yang sangat tenang hingga kritikal area sedang terbuka, informasi langsung masuk kebawah sadar atau memasuki gudang memori jangka panjang. 
Dalam system memori otak memori akan tercatat dalam dua tahap yaitu semua fakta memasuki penyimpanan jangka pendek, jika fakta ini dianggap penting atau mungkin peristiwa yang sangat mengesankan secara emosional baik itu menyakitkan atau menyenangkan, atau ketika kita sedang tenang sekali otak memasuki gelombang alfa maka informasi masuk tanpa disensor maka akan disimpan dalam penyimpanan memori jangka panjang yang berguna sebagai bahan informasi ketika orang sedang berpikir. Selain tingkat pentingnya informasi memori jangka panjangpun akan mencatat fakta yang diulang-ulang disinilah pentingnya menghapal dengan cara mengulang-ulang.

Di bawah ini Tip pengelolaan input data ke memori otak

1. Ciptakan suasana alfa dengan rilaksasi lalu masukan data dengan ucapan penuh perasaan.
2. Penglangan jumlah bagi setiap orang berbeda, lebih banyak lebih baik.
3. Asosiasi buat asosiasi yang kreatif dapat berupa cerita.
4. Cantolan buat dalam kisah menarik atau lucu.
5. Libatkan semua panca indra Anda, mulut, mata, telinga, gerak.
6. Berdoa khusus misalnya dengan solat khizfti

Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda :"Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur'an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika ia mempertahankan ikatannya, maka ia akan tetap memilikinya. Dan jika ia melepasnya, niscaya unta itu akan pergi." (Hadis Buchori). Hadis ini mengisyaratkan bahwa ada budaya menghafal untuk suatu keperluan amalan. Moga bermanfaat.

Rabu, 07 Mei 2014

Harmoni Mind Body Untuk Kesehatan Anda

Harmoni Mind Body Untuk Kesehatan Anda

Kehilangan selalu disertai dengan stress, dan kehilangan pasangan karena perceraian atau kematian secara konsisten dikategorikan salah satu kejadian paling menekan di dalam kehidupan. Lebih parahnya, kepedihan emosional serta psikologis sehubungan dengan kehilangan pasangan disertai oleh perubahan-perubahan besar da dalam kemampuan kita untuk menghadapi tantangan-tantangan kekebalan.Sel-sel darah putih menjadi kurang mampu melawan infeksi setelah kematian seorang pasangan, mencerminkan depresi mental. Perubahan di dalam fingsi kekebalan tubuh sebagai akibat darisuatu stress besar di dalam kehidupan mungkin menimbulkan penyait yang lebih serius. Seorang duda untuk terkena kangker atau penyakit apapun adalah lebih tinggi selama setidakny setelah 10 tahun ia kehilangan pasangannya, (David Simon MD,2006).

Penyakit fisik dan psikologis sebagian besar mucul akibat akumulasi dari stress yang tidak terselesaikan dengan baik. Pemahaman psikoanlisis bahwa hal yang tak terselsaikan akan berjalan dibawah sadar dan muncul sebagai gejala neurosis yang cukup mengganggu, sebagian lagi muncul sebagai gangguan penyakit fisik. Berpikir yang salah juga berakibat pada fisik demikian pendapat Charles F.Haanel dalam The Master Key Sistem. 90% penyakit disebabkan factor psikogenik bukan organic demikian pernyataan The American College of Family Physician.

Untuk mencapai kesehatan fisik dan mental kita membutuhkan ketenangan, kegembiraan, keiklasan dan keridoan. Semua ini kita akan dapatkan jika kita mengikuti kaidah agama secara benar.
“Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya". “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” QS. Ar Ra’du: 27-28.
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).
”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. "(QS. Annisa : 103).
"Tidaklah sekelompok orang berzikir kepada Allah disatu majlis melainkan mengelilingi malaikat dan menurunkan rahmat kepada mereka, maka Alloh ingat kepada mereka siapa saja yang ada disisinya". (QS. Ali Imran : 104).
Setiap zikir yang dibaca oleh seseorang mempunyai manfaat yang besar didunia dan akhirat. Diakhirat mendapat pahala sebagai balasannya adalah Syurga. Didunia zikir dapat menenangkan jiwa dan dapat dijadikan sebagai renungan yang aplikasinya adalah taqwa. (QS. Ar-Rad : 30). (QS. Az-Zariyat : 55). (QS. Al'Ala : 9).
Itulah cara menenangkan hati membebaskan dari masalah dan stress, Alloh memberikan apa yang kita inginkan dan menjawab apa yang kita tanyakan.

Dialog Antar Umat Beragama Tangkal Perpecahan Anak Bangsa

 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah terus membangun dialog, silaturahim kebangsaan dan penguatan kerukunan umat beragama untuk...