Sabtu, 08 Januari 2022

Dialog Antar Umat Beragama Tangkal Perpecahan Anak Bangsa

 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah terus membangun dialog, silaturahim kebangsaan dan penguatan kerukunan umat beragama untuk menangkal perpecahan umat beragama. 

Seperti silaturahmi yang dilakukan hari ini, Selasa (28/12) di SMA GNBS Brangsong, Kabupaten Kendal Jawa Tengah, sebuah yayasan sekolah yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah.

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan mengatakan, silaturahmi ke LDII Jawa Tengah sudah dilakukan kedua kalinya sejak ia memimpin FKUB Jawa Tengah. Ia berjanji akan menguatkan silaturahim umat Islam dan agama lain. "Silaturahim ini akan kami gencarkan karena di masing-masing agama ada hal-hal perlu dibicarakan agar tidak memperlebar perbedaan yang ada," terang KH Taslim.

Taslim mengatakan LDII merupakan organisasi keagamaan yang solid karena itu pihaknya berharap penguatan silaturahmi ke depan terus bergerak dan perekat dan tidak hanya jadi pengikat. "Saya yakin komitmen teman-teman di LDII sudah baik dan bersama kami akan terus menggelorakan dan memperkuat silaturahmi yang ada," ujarnya.

Baca selengkapnya di website: www.ldii.or.id

#LDII #ldii_news #LDIIJateng #LembagaDakwahIslamIndonesia #FKUBJateng #FKUB #Silaturohim

Rabu, 05 Januari 2022

Sikap Kritis Rakyat Indonesia yang Mengedukasi Masih Kurang?

 Jakarta (5/1). Media sosial sebagai ruang publik, kini berfungsi pula sebagai pusat informasi, edukasi, hiburan, hingga kontrol sosial. Peran media massa bahkan diimbangi oleh media sosial, bahkan sampai mengubah cara wartawan mencari informasi yang kemudian diolah menjadi berita.

“Persoalannya, media sosial sebagai ruang publik malah ramai dengan hal-hal yang tidak mendidik. Ini seperti memindahkan sinetron ke media sosial dan kita nikmati setiap hari dari ponsel kita,” ujar Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi.


Rulli mengungkapkan fenomena media massa yang terus jadi pengamatan para pakar komunikasi, beralih ke media sosial. Ia mencontohkan, bila dulu terdapat kajian televisi dan koran menjadi guru atau acuan, kini media sosial mengambil alih posisi tersebut. Ironinya, sambung Rulli, isi media sosial makin sulit dipertanggungjawabkan. Sebagai ruang publik, media sosial banyak sampahnya ketimbang mengedukasi.

“Media massa dengan segala bias atau ketidaknetralannya, masih menggunakan metode verifikasi, cek ricek dan liputan dua sisi. Sementara media sosial, semua boleh bicara seolah-olah semuanya pakar. Bisa saja anak SMP habis baca sesuatu di medsos, mendebat seorang profesor,” pungkasnya.

Persoalan utama, sebagai ruang publik, media sosial sangat demokratis sekaligus sangat liberal. Sementara pada sisi lain, kontrol dari pemerintah berupa Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), “Di lain sisi ada pembatasan kebebasan berekspresi yang menurunkan kualitas demokrasi, namun di sisi lain bila tidak dikontrol akan membahayakan keutuhan bangsa,” pungkas Rulli.

Bagaimana solusinya? Rulli menyatakan tidak harus meniru Barat dalam membangun ruang publik yang kontributif. Menurutnya kebebasan berekspresi di Amerika Serikat dan Eropa kini diuji dengan ketidakpuasan, “Problem ketidakterwakilan pemilih oleh wakil rakyat di negara-negara maju, menyebabkan gerakan 99 persen di Amerika dan Prancis, akibatnya kerusuhan menjadi-jadi,” paparnya.

Kerusuhan di jalanan New York dan Paris, dikendalikan melalui media sosial di mana hujatan-hujatan dalam bungkus kebebasan berbicara dan berekspresi membuat kekerasan terjadi, “Pada titik ekstrem, Facebook terbukti dijadikan alat koordinasi dalam perang sipil di Suriah dan kudeta di Mesir,” tegas Rulli.

Menurut, Rulli kesadaran seluruh rakyat Indonesia dalam mengisi media sosial mereka dengan sikap kritis yang mengedukasi menjadi sangat penting, “Jangan memaknai kritik tersebut sebagai kubu-kubuan, bermusuhan, berseberangan, dan oposan. Mereka yang netral dan kritis bila terus menerus dirundung atau di-bully, akhirnya bakal diam. Bila mereka diam, siapa yang rugi?,” tutur Rulli.

Pemerintah, menurut Rulli memerlukan masukan dari masyarakat, tentunya yang objektif dan tidak selalu menyalahkan. Dengan demikian, pemerintah mendapat masukan yang jernih agar pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial tercapai, “Kita selalu mempertanyakan bisakah demokrasi menyejahterakan dan adil kepada masyarakat? Hal itu bisa terjadi bila ruang publik kita jernih oleh masukan-masukan yang kontributif, bukan hujatan-hujatan,” tegasnya.

Menurut Rulli, LDII terus mendorong seluruh elemen masyarakat memanfaatkan ruang publik bernama media sosial dengan bijak. Bila saat ini, media massa mencari informasi dan sensasi dari media sosial, pemerintah pun sebenarnya butuh masukan dari media sosial. Untuk itu LDII mengajak seluruh masyarakat Indonesia, memanfaatkan media sosial sebagai pusat informasi yang mendidik.

“Sekali lagi media sosial jangan diisi dengan sampah, kalau sampah yang masuk, sampah pula yang keluar. Bila dulu kala media massa adalah cermin budaya masyarakatnya, kini media sosial jadi representasi masyarakat. Maka jagalah media sosial, jangan sampai statusmu di medsos jadi harimaumu,” pungkas Rulli.

Rabu, 29 Desember 2021

Mochtar Kusumaatmadja Peletak Dasar Paradigma Maritim dalam Pembangunan Nasional

Jakarta (29/12). Indonesia tidak akan menikmati kedaulatan dan potensi kelautannya, bila pemikiran mengenai wawasan nusantara tidak diperkenalkan Prof. Mochtar Kusumaatmadja. 

"Sebelum Deklarasi Djuanda yang banyak berisi pemikiran Prof. Mochtar, luas perairan kita hanya 3 mile dari gari pantai terluar," ujar Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip) Singgih Tri Sulistiyono. 

Menurutnya, usai Konferensi Meja Bundar (1949), Belanda ingin tetap mempertahankan Irian Barat sebagai jajahannya dan ingin tetap menancapkan pengaruh ekonomi dan politiknya di Indonesia. Mereka dengan leluasa memasuki perairan di antara pulau-pulau wilayah Indonesia. Hal itu bisa dilakukan karena perairan tersebut dianggap perairan internasional, sementara wilayah Indonesia hanya daratan dan perairan sejauh 3 mil dari ujung terluar daratan. 

Kala itu, menurut Singgih, Mochtar Kusumaatmadja berpikir bahwa lautan di dalam wilayah kepulauan merupakan satu kesatuan sebagai tanah air. Atas pemikirannya itu, ia menolak batas-batas kedaulatan Republik Indonesia yang diklaim Belanda. 

Hingga tahun 1950-an, Indonesia masih menggunakan Ordonansi Belanda 1939. Aturan itu menegaskan, bahwa luas wilayah laut territorial Indonesia hanya 3 mil. Mochtar Kusumaatmadja membuat, luas perairan Indonesia menjadi 12 mil. Kini luas Indonesia menjadi 1,919 juta km², yang merupakan hasil perjuangan Prof. Mochtar Kusumaatmadja untuk menyatukan daratan dan perairan Nusantara.  

Mochtar Kusumaatmadja membuat garis dasar lurus pada peta, yang ditarik dari satu titik terluar ke titik terluar lain dari wilayah darat atau pulau yang dikuasai oleh Indonesia.  Ini sering disebut sebagai metode point to point, sehingga seluruh kepulauan Indonesia diikat oleh sabuk straight baseline. Hasilnya wilayah perairan dan daratan (pulau) merupakan satu kesatuan, yang disebut sebagai kepulauan Indonesia yang mencakup darat dan lautnya. Sehingga cita-cita mengenai tanah air terwujud berkat ide cerdas Mochtar Kusumaatmadja.

Wawasan Nusantara yang diperkenalkan Mochtar dideklarasikan sebagai Deklarasi Djuanda merujuk nama Perdana Menteri Indonesia saat itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya pada 1982 konsep Wawasan Nusantara yang dianggap sepadan dengan konsep Archipelagic State menjadi bagian integral dari United Nations Conventions on the Law of the Sea (UNCLOS).  

Singgih yang juga Ketua DPP LDII itu, mengatakan, dengan pemikiran Mochtar tersebut kedaulatan Indonesia tidak tercerai berai. Bahkan ia menyebut, Mochtar memberi sumbangsih perjalanan sejarah bangsa. 

Singgih membagi tonggak kebangsaan Indonesia menjadi tiga: pertama, Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak terbentuknya bangsa Indonesia, kedua: Proklamasi Kemerdekaan yang merupakan tonggak berdirinya Negara RI, ketiga: Deklarasi Djuanda yang merupakan tonggak peneguhan wilayah kedaulatan negara RI. 

"Oleh sebab itu tokoh-tokoh yang telah berjuang di tonggak-tonggak kebangsaan ini patut diapresiasi sebagai pahlawan nasional. Untuk itulah maka LDII mendukung dan memperjuangkan agar Prof Mochtar ditetapkan sebagai pahlawan nasional," tegasnya. 

Secara lebih mendalam, Singgih menjelaskan bahwa sejak 1 Agustus 1957, Mochtar ditugaskan oleh Perdana Menteri Djuanda untuk bergabung ke dalam Panitia Interdepartemental yang bertugas Menyusun RUU Wilayah Perairan Indonesia dan Lingkungan Maritim untuk mengganti Ordonansi 1939 (’Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie’)  yang mengatur wilayah perairan Hindia Belanda yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

“Langkah sistematis Mochtar, yakni melakukan tinjauan kritis terhadap Ordonansi 1939 yang masih terus berlaku selama masa kemerdekaan karena memang pemerintah Republik Indonesia belum melakukan perubahan ataupun penggantian,” ujarnya. 

Kedua, Mochtar mencari rujukan yurispudensi yang bisa dijadikan sebagai preseden untuk menciptakan produk hukum sebagai basis untuk mengklain wilayah darat dan laut Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh. 

“Ia memperoleh rujukan dari penyelesaian kasus The Anglo-Norwegian Fisheries case 1949 di mana Pemerintah Norwegia mengukur laut teritorialnya dengan menarik garis pangkal lurus (straight baseline) dari titik-titik terluar daratan pada waktu air surut lalu ditambah 4 mil laut. Mochtar menerapkan metode yang sama untuk wilayah Indonesia dengan membentangkan laut teritorial seluas 12 mil laut,” jelas Singgih. 

Pada akhirnya pemikiran dan draf Mochtar inilah yang kemudian diumumkan oleh pemerintah kepada seluruh dunia pada 13 Desember 1957 melalui “Pengumuman Pemerintah mengenai Perairan Negara Republik Indonesia”. Itu pula yang terkenal dengan sebutan Deklarasi Djuanda. 

Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau pulau atau bagian pulau pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas dan lebarnya adalah bagian bagian yang wajar dari pada wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari pada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak dari pada Negara Republik Indonesia. 

“Lalu lintas yang damai di perairan pedalaman ini, bagi kapal asing terjamin selama dan sekedar tidak bertentangan dengan kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia. Penentuan batas laut territorial yang lebarnya 12 mil yang di ukur dari garis garis yang menghubungkan titik-titik yang terluar dari pada pulau pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-Undang,” Singgih menjelaskan. 

Deklarasi Djuanda menjadi landasan bagi penyatuan wilayah darat dan laut sebagai satu kesatuan yang tak dapat dipisah-pisahkan. Mochtar telah menyelesaikan tugas zamannya yaitu meletakkan dasar penerapan prinsip negara kepulauan (archipelagic state) bagi Indonesia. Konsep yang digagas Mochtar bahwa negara kepulauan yang memandang darat (pulau) dan perairan (laut) sebagai sebuah kesatuan mampu menyelesaikan persoalan aktual Indonesia. 

“Ekspansi kapal-kapal perang Belanda di perairan kepulauan Indonesia yang tidak bisa diintersepsi oleh Angkatan Laut Indonesia dan berbagai gerakan separatism yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, dengan konsep tersebut membuat Belanda tak lagi bisa berlayar di laut-laut pedalaman Indonesia, di mana akhirnya setelah 25 tahun, prinsip negara kepulauan tersebut diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1982,” ungkapnya. 

Melalui konsep tersebut, Ia menegaskan bahwa








Mochtar Kusumaatmadja merupakan peletak dasar bagi paradigma maritim dalam pembangunan nasional. “Untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang kuat diperlukan paradigma maritim yang kuat pula, yaitu wawasan atau pola pikir yang memandang wilayah daratan (kepulauan) sebagai bagian dari wilayah laut dari negara maritim Indonesia,” pungkasnya. 

Definisi negara maritim untuk Indonesia, menurut Singgih adalah sebuah negara yang mampu membangun kekuatan maritimnya (seapowers) baik di bidang pelayaran dan perdagangan (mechant shipping), kekuatan pertahanan dan keamanan maritim (maritime figting instruments), dan  kemajuan teknologi kemaritiman (maritime technology) untuk dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara sinergis (laut dan darat) dalam kerangka dinamika geopolitik guna mencapai kemakmuran dan kejayaan bangsa dan negaranya.

Rabu, 22 Desember 2021

Pendekar ASAD Kota Padang Raih Medali Emas pada Ajang Porkota

Pesilat ASAD Kota Padang Raih Medali Emas pada Ajang Porkota Padang 2021

Padang (20/12). Pada Pekan Olahraga Kota (Porkota) Padang yang diselenggarakan tanggal 18-20 Desember 2021, atlet Persinas ASAD Kota Padang berhasil raih medali emas. Kegiatan tersebut bertempat di aula Kampus Universitas Bung Hatta (UBH) Gunung Pangilun.

Pertandingan pencak silat Porkota ini diikuti para pendekar dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang. 3 orang pesilat ASAD yang tergabung dalam kontingen Koto Tangah berhasil menyumbang 1 medali emas kategori seni ganda putra atas nama Ayatulloh Khumaidi dan Zulvana Jihan. Ketua Persinas Asad kota Padang Heri Herwanto turut mensyukuri keberhasilan ini, Wawan mengatakan keberhasilan ini berkat usaha dan doa kita bersama, "semoga keberhasilan atlit kita ini bisa memotivasi para atlit Asad lainnya agar lebih giat lagi berlatih dan bisa berprestasi".


Turut hadir dalam pembukaan ketua IPSI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, Dalam sambutannya, Zulhardi Z. Latif mengatakan, Porkota Padang 2021 ini merupakan ajang pembuktian bagi atlet IPSI Kota Padang dalam rangka mengikuti pergelaran Pekan Olahraga Provinsi pada 2023 mendatang.

"Lebih kurang 180 atlet silat Kota Padang yang akan bertarung meraih medali pada Porkota 2021 ini. Semoga lahir atlet-atlet pencak silat yang berprestasi," ujarnya.

Zulhardi juga berpesan agar pemain dapat menjaga sportivitas, bermain dengan santun, dan jangan mencederai lawan tanding. Menurutnya, lawan tanding juga masih merupakan saudara dalam lingkup IPSI Kota Padang.

Penanganan Covid-19 LDII, Diapresiasi CEPH Griffith University Australia


Jakarta (21/12). Persoalan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, bukan hanya menjadi masalah yang harus diselesaikan pemerintah. LDII berkeyakinan semua pihak harus bergotong-royong menyelesaikan masalah tersebut.

"DPP LDII membuat berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat bawah, dan itu mendapat apresiasi dari Pusat Kesehatan Lingkungan dan Populasi atau Center of Environment and Population Health (CEPH), Griffith University Australia," ujar Sekretaris Umum DPP LDII Dody T Wijaya.

Menurut Dody, LDII diundang oleh pihak CEPH untuk mempresentasikan berbagai langkah LDII dalam merespon terhadap krisis kesehatan akibat virus Covid-19 pada Senin, 20 Desember 2021. Dirinya mewakili Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso dalam acara "Health Emergency and Disaster Risk Management Virtual Forum". Acara itu menghadirkan enam profesor sebagai pembicara kunci.

Mereka dari kalangan peneliti dan guru besar Universitas, regulator, WHO, dan organisasi nir laba yang fokus di bidang lingkungan, kesehatan, dan bencana global dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Philipina, dan Guinea-Bissau. Acara dipandu langsung oleh Profesor Cordia Chu, Direktur CEPH Griffith University dan dibuka secara resmi oleh Inspektur Jenderal Negara Bagian Queensland.

Dalam presentasinya, Dody sebagai salah satu pembicara di antara sembilan pemateri, mengungkapkan beragam langkah yang ditempuh LDII dalam mencegah Covid-19, "Pada saat awal terjadinya Covid-19, kami menggelar webinar Pesantren Sehat, yakni upaya mencegah Covid-19 menyebar di pesantren-pesantren di lingkungan LDII," ujar Dody. Pesantren selain pusat mencetak kader dakwah, bagi LDII pesantren juga memutar ekonomi warga di sekitarnya secara signifikan.

Webinar tersebut menghadirkan pakar wabah atau epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, dan ormas-ormas Islam lainnya serta dari Kementerian Kesehatan. Selanjutnya, DPP LDII melakukan empat langkah penting diseminasi informasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan, Tindakan preventif, tanggap darurat bagi warga yang terinfeksi dan terkena dampak, serta Tindakan restorative dan rehabilitasi.

Langkah pertama sebagai edukasi pada awal wabah, di setiap majelis taklim diminta supaya menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanan kegiatan di dalam masjid atau mushola, "Saat angka terpapar sangat tinggi dan pemerintah melakukan pembatasan sosial, DPP LDII mengirimkan surat edaran untuk melaksanakan pengajian melalui daring," ujar Dody.

Warga LDII di zona-zona merah bahkan melaksanakan salat Jumat di rumah masing-masing dan meniadakan salat Idul Fitri dan Idul Adha, "Pada kondisi wabah, pembinaan umat tidak kami hentikan. Karena dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan menjalankan protokol kesehatan, kami anggap sebagai langkah efektif menguatkan mental dan fisik umat," papar Dody.

Selanjutnya, DPP LDII menginstruksikan dibentuknya Satgas Covid-19 pada level provinsi hingga kelurahan. Mereka mendapat tugas menegakkan protokol kesehatan, tanggap terhadap warga yang terkena terinfeksi, dan memberi bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak secara ekonomi.

"Kami menyediakan ruang isolasi mandiri, menyalurkan pasien ke rumah sakit untuk isolasi, hingga melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah dan tempat ibadah," jelasnya. Selanjutnya, untuk kemandirian pangan dan obat-obatan herbal, DPP LDII memberi edukasi mengenai hidroponik dan penanaman tanaman herbal.

Selanjutnya, secara masif, DPP LDII menginstruksikan pelaksanaan vaksinasi massal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, TNI dan Polri, bahkan partai politik. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penyebaran Covid-19.

"Langkah LDII ini menjadi perhatian Profesor Cordia Chu, Direktur CEPH Griffith University, yang akan melakukan riset mengenai peran ormas dalam hal ini LDII, dalam membantu pemerintah mengatasi dampak Covid-19," pungkas Dody.

Minggu, 19 Desember 2021

LDII Kediri: Selamat Hari Trikora

 Hari Trikora diperingati setiap tanggal 19 Desember setiap tahunnya. Saat itu, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) bertempat di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta pada 19 Desember 1961. Operasi Trikora adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Irian Barat (Papua).

Soekarno memilih tanggal 19 Desember 1961 sebagai titik awal kampanye. Tempatnya di Alun-alun Utara, Yogyakarta. Alasan mengambil tanggal tersebut yakni, sebelumnya Yogyakarta diinjak-injak tentara Belanda di bawah komando Jenderal Simon Hendrik Spoon. Berada dekat alun-alun, dalam Istana Gedung Agung, yang terletak di ujung selatan Jalan Malioboro Soekarno dan pejabat lainnya ditahan.

Indonesia mengenang peristiwa ini sebagai Agresi Militer Belanda II. Masa itu sudah berlalu, dan berlanjut dengan perang terhadap Belanda dalam merebut Irian Barat. Ada tiga point tujuan dari Trikora, antara lain:

1.    Gagalkan pembentukan “Negara Boneka Papua” buatan Belanda kolonial
2.    Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Papua
3.    Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa

Saat ini, Irian Barat telah menjadi dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat. Seiring perjalanannya, terdapat dua DPW LDII di wilayah tersebut. LDII Papua dan Papua Barat telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat, dan stakeholder terkait dalam berkolaborasi membangun insan yang professional religius.

Selamat Hari Trikora!

#LDII #LDIIuntukBangsa #LembagaDakwahIslamIndonesia #ldii_news
#Trikora #HariTrikora #IrianBarat #Papua #TriKomandoRakyat


Tugas Bela Negara adalah Kewajiban Setiap Warga Negara

Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kota Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan dan ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dibentuk pada 19 Desember 1948 di Bukittinggi, Sumatera Barat oleh Syafruddin Prawiranegara.

Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006.

Melansir dari kemhan.go.id, Presiden Joko Widodo membagikan amanat kepada masyarakat Indonesia terkait Hari Bela Negara. Dalam amanatnya itu Jokowi menyampaikan bahwa bela negara bukan tugas TNI dan Polri saja, melainkan sebuah kewajiban bagi setiap warga negara.

Untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, LDII telah berkerjasama dengan Kodam Siliwangi, Hasanuddin, Brawijaya, Diponegoro dan Kopassus menggelar program bela negara untuk generasi muda LDII. Selain itu, untuk mengembangkan jiwa Pancasila dan wawasan kebangsaan di kalangan warganya, LDII menggelar berbagai diskusi, seminar dan webinar kebangsaan dengan TNI, BPIP, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama serta kalangan akademisi.

Tidak hanya itu, pondok pesantren dan sekolah yang bernaung di bawah LDII selalu melaksanakan upacara bendera saat hari besar nasional.

Selamat Hari Bela Negara

Semangat Bela Negaraku, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh


Sabtu, 18 Desember 2021

ASAD Babel Gelar Musprov IV di Gedung Graha Timah

 LDIIKediri.com, (18/21). Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) IV dengan mengangkat tema "Berjiwa Besar Jadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasehat Leluhur” di Gedung Graha Timah Pangkalpinang, Sabtu (18/12).

Turur hadir dalam pembukaan diantaranya Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD, Kasiter Korem 045 Garuda Jaya Letkol Mujahidin, Direktur Operasional PT Timah Tbk Agung Pratama, Kabid Binpres KONI Babel Tri Haryono, Wakil Ketua 1 IPSI Babel Ahmad Subekti, Pengurus Provinsi Persinas ASAD Babel, Pengkab/Pengkot Persinas ASAD se-Bangka Belitung, Ketua LDII Babel Ari Sriyanto.

Serta hadir juga pengurus tingkat Provinsi dari perguruan pencak silat Tapak Suci, PSHT, SMI, Merpati Putih, Lebah Sakti, dan Bunga Islam Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Provinsi Persinas ASAD Babel, Saiful Barri menyampaikan, melalui Musprov ini diharapkan prestasi persilatan di Babel semakin berkibar, dan ikatan persaudaraan antar perguruan silat semakin erat.

"Silakan ber-Musprov yang baik, pilihlah ketua yang bisa membawa perubahan yang jauh lebih baik lagi bagi organisasi Persinas ASAD Babel ke depannya," ujarnya.

Dalam pelaksanaan Musprov, Ketua Umum PB Persinas ASAD dalam hal ini diwakili oleh H. Deni Rahmad Banani selaku Ketua Harian PB Persinas ASAD mengingatkan, agar pelaksanaan Musprov dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat, menciptakan kerukunan, kekompakan dan kerja sama yang baik.

Musprov digelar sebagai pertanggungjawaban kepengurusan selama 5 tahun sebelumnya, dan memilih Ketua Pengprov untuk 5 tahun ke depan.

"Siapapun terpilih pesan pak Ketum semoga bisa mengemban amanah dengan baik," imbuhnya menyampaikan pesan dari Ketua Umum PB Persinas ASAD Brigjen TNI (Pur) Agus Susarso yang berhalangan hadir.

Ia menambahkan, bagi Pengurus Provinsi Persinas ASAD Babel terpilih nantinya dapat terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan IPSI agar dapat mencetak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama provinsi di kancah nasional hingga internasional.

"Minta bimbingan dari induk organisasi kita (IPSI, red), dan rekatkan persaudaraan dengan perguruan silat lainnya, karena Persinas ASAD masih terbilang muda. Kita harap bisa memunculkan atlet yang bisa mewakili provinsi di kancah nasional maupun kancah internasional," imbuhnya.

Deni juga mengapresiasi terhadap rencana Korem 045 Garuda Jaya yang siap untuk memfasilitasi pelaksanaan even untuk mencari bibit atlet berprestasi.

"Ini adalah dukungan terhadap bela diri Indonesia. Karena mencari bibit dibutuhkan even, semoga bibit atlet berprestasi bisa ditelurkan dari even yang diselenggarakan sehingga bisa mengharumkan nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ucapnya.

Wakil Ketua IPSI Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Subekti dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan harapan besar terhadap Persinas ASAD di Bangka Belitung.

"Harapan kita seperti ketua tadi, siapapun yang terpilih nanti, yang menang harus amanah, yang kalah harus legowo. Mudah-mudahan makin hari prestasi Persinas ASAD semakin baik, selamat ber-Musprov," ujar mantan Ketua IPSI Kota Pangkalpinang ini.

Usai kegiatan, Kabid Binpres Koni Babel Tri Haryono saat diwawancarai awak media menyampaikan apresiasinya terhadap Persinas ASAD Babel karena telah menjalankan roda organisasi dengan baik, salah satunya dengan melaksanakan Musprov.

"Dari segi organisasi berarti ada roda berjalan untuk kepengurusan, dan timbulnya prestasi itu dari kepengurusan yang bagus, organisasi yang sehat akan menelurkan prestasi yang maksimal," ujarnya.

Ia pun berharap atlet Persinas ASAD bisa memberikan yang terbaik untuk Babel, "saya tahu betul prestasi atlet Persinas ASAD di Bangka Belitung," pungkasnya.

Di kesempatan lain, Kasiter Korem 045 Garuda Jaya Letkol Mujahidin berharap hasil Musprov dapat terpilih ketua yang bisa mengayomi dan membawa organisasi Persinas ASAD Babel lebih maju untuk 5 tahun ke depan.

"Selamat ber-Musprov, semoga terpilih ketua yang bisa mengayomi dan membawa Persinas ASAD maju, luar biasa, dan disegani oleh kawan dan lawan," pungkasnya pada saat menyampaikan materi pembekalan Bela Negara kepada peserta Musprov.

Sabtu, 06 November 2021

LDII Solo Rangkul Pemuda Menjadi Enterpreneur

 SOLO, newsreal.id- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta berkomitmen untuk menggandeng Forkompimda, elemen masyarakat hingga stakeholder lainnya.

Komitmen tersebut tercetus dalam rapat kerja daerah (Rakerda) DPD LDII Kota Surakarta di Hotel Dana, Minggu (14/2/2021).

Sikap terbuka LDII tersebut tujuannya memberikan kontribusi untuk memajukan Kota Solo. Melalui kepengurusan baru, LDII Kota Solo akan bersinergi dengan Pemkot Surakarta dan organisasi masyarakat, serta organisasi keagamaan lain.

Menurutnya, melalui kepengurusannya, LDII bertekad untuk memberikan kontribusi lebih baik lagi demi kemajuan Kota Solo baik dari sisi SDM, pembangunan, kemanusiaan dan lainnya. Salah satu terobosan LDII kali ini yaitu lebih terbuka dengan masyarakat.

“Karena selama ini kan stigma masyarakat menganggap LDII adalah eksklusif dan tertutup. Maka kami ingin menghapus stigma tersebut. Kami ingin lebih terbuka dan berkolaborasi dengan instansi serta ormas lain. Langkah konkritnya, dalam waktu dekat kami akan bersilaturahmi dengan NU, Muhammadiyah, MTA, PMS dan Pemkot,” tegasya di sela Rakerda DPD LDII Kota Surakarta, di Hotel Dana.

Selain lebih terbuka, lanjut Zain, di bawah kepengurusannya, LDII juga akan merangkul organisasi kepemudaan untuk menumbuhkan semangat enterpreneur pada jiwa warga LDII.

“Kita siap bersinergi dengan Wali Kota Solo terpilih, Mas Gibran Rakabuming Raka untuk membakar semangat anak muda termasuk pemuda LDII. Karena pemuda LDII kebanyakan pengusaha juga,” tandas Ketua DPD LDII Kota Surakarta Periode 2020-2025 tersebut.

Di sisi lain, DPD LDII Solo mengokohkan diri untuk selalu mendukung pemerintah sah. Melalui instruksi dari DPP LDII Pusat, hal itu dijadikan cambuk untuk menjadikan Kota Solo lebih baik lagi.


“Sekarang ini adalah era anak muda. Dari kepengurusan DPD juga banyak pemuda. Ini menjadi terobosan kami, dengan harapan LDII menjadi organisasi masyarakat lebih baik lagi,” terang Zain yang juga sebagai pengusaha tersebut.

Jumat, 24 September 2021

Percepat Herd Immunity, LDII Sulsel Kerjasama Vaksinasi dengan Kodam XIV/Hasanuddin

 MAKASSAR – Organisasi kemasyarakatan (ormas) bergerak membantu pemerintah melaksanakan program vaksinasi massal. Dengan masifnya vaksinasi di tengah masyarakat, maka kekebalan komunal (herd immunity) dapat segera terwujud. Harapan untuk memutus mata rantai penularan covid-19 dapat diwujudkan.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Kodam XIV/Hasanuddin dan Pondok Pesantren Roudhotul Jannah melaksanakan kegiatan vaksinasi massal tahap kedua di Pondok Pesantren Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/9/2021). 

Ketua LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP mengatakan, vaksinasi massal ini adalah wujud kesalehan sosial yang LDII lakukan. "Alhamdulilah kita masuk vaksinasi kedua, setelah kita laksanakan vaksinasi tahap pertama. Kerjasama LDII dengan Kodam XIV/Hasanuddin telah terjalin sejak 2015. Salah satu program LDII adalah kesalehan sosial. Sinergi ini terbina dengan baik sehingga banyak kerjasama yang kita lakukan," ujar Abri yang juga dosen ilmu pertanian ini. 


Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP. Turut mendampingi jajaran Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro SSos, Drs Renreng Tjolli MAg, dan Muchtar Mannan SH. Tampak hadir Pembina Pondok Pesantren Roudhotul Jannah KH Suwarto SE MM dan Ketua panitia vaksinasi Hatta Tohuri.

Menurut Abri, vaksinasi akan mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity). "Kekebalan kelompok kita harus pelihara agar masyarakat kita bisa terbebas dari Covid-19. Harapan kita kesehatan bisa terbina kembali. Harapannya, negara kita menjadi negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," katanya. 

Bila kesehatan masyarakat bisa pulih, maka ekonomi bangkit. Pemulihan ekonomi terbina karena kestabilan kesehatan. "Sehingga produktivitas masyarakat bisa kembali muncul. Masyarakat bisa sejahtera," ungkap Abri. 

Beberapa kerjasama LDII Sulawesi Selatan dan Kodam XIV/Hasanuddin antara lain bela negara, pertandingan sepak bola, dan penghijauan (go green). "Terkait masalah covid 19, kita bersinergi melakukan vaksinasi covid-19 tahap kedua," ujar Abri. 

Selain vaksin Sinovac, panitia juga menyediakan vaksin Astra Zaneca untuk tahap 1. Adapun jenis vaksin tahap 2 yang tersedia yakni Vaksin Sinovac. Sebagai ormas islam, LDII melaksanakan implementasi kesalehan sosial membantu pemerintah memutus mata rantai penularan covid-19.  

Kodam XIV/Hasanuddin mendukung penuh kegiatan ini. Terbukti tenaga kesehatan (nakes) yang tergabung dalam tim vaksinasi mobile Kodam XIV/Hasanuddin turun ke lapangan. Mereka diantara berasal dari tenaga kesehatan Rumah Sakit (RS) Pelamonia Makassar. Satu buah ambulans beserta peralatan medis disiapkan di lokasi kegiatan. Pelaksanaan vaksinasi rencananya digelar pukul 07.00 hingga 17.00 wita. 

Dari pantauan di lapangan, tim kesehatan Kodam XIV/Hasanuddin terbagi menjadi tiga lokasi berbeda. Ada anggota TNI yang bertugas di bagian pendaftaran yang bertempat di halaman Masjid Roudhotul Jannah. Adapula yang memasukkan data diri ke sistem online yang bertempat di ruang makan Pondok Pesantren Roudhotul Jannah. Disamping itu, ada petugas yang menangani penyuntikan vaksin. Semuanya bekerjasama secara rapi dan terstruktur. Vaksinasi dilaksanakan di ruang terbuka di area Pondok Pesantren Roudhotul Jannah Kota Makassar. Vaksinasi melibatkan masyarakat umum dan santriwan-santriwati pondok. 

Vaksin kedua Coronavac direncanakan pada 21 Oktober 2021. Jumlah vaksin Sinovac yang disediakan oleh panitia sebanyak 1.500 dosis. Selain itu, panitia sediakan 140 dosis Vaksin Astra Zeneca. Rencananya, vaksinasi tahap kedua bagi warga yang disuntik Vaksin Astra Zeneca pada 23 Desember 2021. 

Mengutip pernyataan Kementerian Kesehatan, herd immunity ialah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Senin, 02 Agustus 2021

BIN: Meskipun Sudah Vaksin Harus Tetap Jaga Prokes

 BIN: Meskipun Sudah Vaksin Harus Tetap Jaga Prokes

Karawang (2/8). Ponpes Sumber Barokah menjadi lokasi vaksinasi massal 1.000 santri yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Pemerintah menargetkan 70 persen herd imunity, terutama para pelajar dan santri agar kegiatan tatap muka bisa berjalan.

Dalam vaksinasi massal itu, hadir dari Stafsus KaBIN Pusat Mayjen Purn TNI Suyanto, Direktur BIN Pusat Brigjen TNI Irwan, dan Kepala BIN Daerah Jabar Brigjen TNI Dedi Agus yang meninjau lokasi. Turut mendampingi Kabid P2M Dinkes Kabupaten Karawang dr. Yayuk Sri Rahayu, Ketua Ponpes Sumber Barokah Karawang Ir. Kh. Mustaghfirin, Ketua DPP H. LDII Rully Kuswahyudi, dan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat (Jabar) drg. H. Dicky Harun.


Sebelum meninjau beberapa titik lokasi vaksin, Mayjen Purn TNI Suyanto turut menyapa para santri. Terdapat sekitar 1.000 santri yang ditargetkan mendapat vaksinasi. Mereka yang hendak memperoleh vaksinasi dites antigen.

“Meski sudah divaksin, adik-adik tetap jaga protokol Kesehatan. Jangan lengah dan terapkan 3M: pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sehingga adik-adik bisa menjaga diri dari penularan Covid-19 bersama-sama. Syukur 600 lebih yang sudah swab antigen hasilnya negatif,” ujarnya.

BIN melalui perintah Presiden Jokowi melaksanakan kegiatan vaksinasi masal di seluruh Indonesia. Salah satunya di SMP, SMA, maupun pesantren dengan peserta berusia 12-17 tahun.  Menurut Mayjen Purn TNI Suyanto, BIN telah berkoordinasi dengan pengurus LDII setempat, Satgas Covid-19 dan Dinkes Kabupaten Karawang. Pemilihan pesantren dilakukan karena di tempat lain juga sudah dilakukan oleh TNI dan Polri. 

“Tempat ini cocok untuk melakukan vaksinasi. Dengan diadakan di pesantren, harapannya program pendidikan bisa dilakukan dengan  tatap muka bersama sekolah. Selama ini kita melakukan pembelajaran dengan cara daring,” ujarnya. 

Ketua DPP LDII Rully Kuswahyudi yang ikut meninjau juga menjelaskan, sejak bulan Maret 2021 lalu, DPP LDII sudah mendapatkan amanat dari Presiden saat beraudiensi di Istana Bogor. Presiden meminta LDII untuk membantu percepatan kegiatan vaksinasi di daerah-daerah.

“DPP LDII memberikan instruksi ke pengurus DPW dan DPD untuk berkoordinasi dengan Dinkes, Kodam, dan Polda untuk melakukan vaksinisasi di wilayah masing-masing. Secara simbolis pada 14 Juni kami sudah mulai melakukan vaksinasi, dengan kisaran peserta vaksin 1.000 peserta per hari. Saat ini sedang berlangsung vaksin dosis kedua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jabar drg. H. Dicky Harun turut mengucapkan terimakasih kepada BIN yang telah membantu vaksinasi di Ponpes Sumber Barokah Karawang binaan LDII. DPW LDII Jabar juga menginfokan, akan melaksanakan vaksinasi massal pada 8-15 Agustus 2021 dengan target 1.500 peserta. 

“Jika tidak mampu, bisa datang ke sentral vaksin terdekat. Harapannya, kita warga LDII bisa tervaksin dan ikut menjadi pahlawan kemanusiaan, ikut memutus mata rantai Covid -19, dan berharap bangsa kita menjadi sehat dan menjadi bangsa yang maju,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah tempat pelaksanaan vaksinasi massal, Ketua Ponpes Sumber Barokah Karawang Ir. KH. Mustaghfirin juga turut mengapresiasi BIN, yang mempercayakan lokasi vasinasi di pesantren yang ia asuh. Menururnya, sejak pandemi melanda, hampir satu tahun kegiatan belajar mengajar diadakan secara daring. 

Sebelumnya, Ponpes Sumber Barokah Karawang sudah  bekerja sama dengan Dinkes Karawang melakukan vaksinasi untuk  para guru dan lansia Keluarga Besar Ponpes Sumber Barokah. “Hari ini alhamdulillah melalui kerja sama dan bantuan BIN, dilaksanakan vaksinasi untuk 1.000 santri,”ujarnya. 

Di tempat yang sama, dr. Yayuk Sri Rahayu juga menegaskan, meskipun sudah melakukan vaksinasi, tetap harus melakukan protokol Kesehatan. Vaksin tidak menjamin kebal terhadap infkesi Covid-19, namun efektif mengurangi dampak buruknya. Ia juga menyampaikan, vaksin Sinovac aman bagi santri berusia 12 tahun ke atas aman.  “Jangan Khawatir untuk vaksin karena vaksin aman, vaksin sehat,” ujarnya. 

Harapannya setelah vaksinasi, kegiatan belajar mengajar di Ponpes Sumber Barokah Karawang bisa berjalan dengan kondusif dengan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru.

Jumat, 16 Juli 2021

Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Vaksinasi Lebih dari 15.000 Warga, Dukung Target Herd Immunity

Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Vaksinasi Lebih dari 15.000 Warga, Dukung Target Herd Immunity

Jakarta (14/7). Puskesmas Cipayung berkolaborasi dengan DPP LDII dan Ponpes Minhajurrosyiddin, berhasil memvaksin lebih dari 15.000 orang sejak 14 Juni 2021 lalu. Pencapaian ini turut menyumbang keberhasilan Pemda DKI Jakarta, yang menarget per 11 Juli, sebesar 5,44 juta warga atau 61,7 persen dari target yang  divaksin. 

Apresiasi terhadap Puskesmas Cipayung datang dari Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia turut menyampaikan perkembangan pelaksanaan vaksinasi di Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin itu. 

“Vaksinasi ini dimulai tanggal 14 Juni 2021, dengan peserta para santri dan warga di sekitar pesantren. Setelah kami berkoordinasi dengan pimpinan Kecamatan Cipayung, tempatnya memungkinkan untuk dilakukan secara berkelanjutan. Selama masih dibutuhkan kami siap membantu,” ujar Chriswanto.

Sebagai tuan rumah, Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin Pondok Gede KH. Muhammad Asy’ari Akbar bersyukur bila dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaran vaksinasi bagi warga usia 12 tahun ke atas, merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Untuk itu, menurutnya, vaksinasi massal harus disukseskan. 

“Selain membangun karakter generasi penerus sebagai pribadi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri, sekaligus mencetak juru dakwah, pondok pesantren kami memiliki tugas pemberdayaan masyarakat,” kata KH Muhammad Asy’ari Akbar yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Vaksinasi massal telah diikuti para santri, guru-guru pondok beserta keluarga dan warga Cipayung. Berdasarkan data yang dihimpun Kepala Puskesmas Cipayung drg. Rini Muharni, vaksinasi di Padepokan Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin sudah terdaftar sekitar 18.000 peserta, dan yang sudah divaksin lebih dari 15.000 orang, “Rata-rata per hari 800 hingga 1.000 peserta yang divaksinasi,” kata drg. Rini Muharni.   

Dengan adanya penambahan target 2 juta vaksinasi setiap hari dari Presiden Joko Widodo, Puskesmas Cipayung menurunkan tenaga Kesehatan sebanyak 50 orang setiap hari. Antusiasme masyarakat sekitar, warga pondok, dan warga LDII di Jabodetabek yang mau divaksin membuat Rini Muharni mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Minhaajurrosyidin.  

“Antusiasme warga cukup tinggi dengan 1.000 kartu antrian selalu habis tiap paginya. Kami berharap vaksinasi ini terlaksana sampai selesai hingga tahap kedua agar masyarakat mendapatkan perlindungan yang maksimal. Kalau bisa, kami mengadakan kembali di sini karena tanggal 22 Juli nanti sudah mulai vaksinasi tahap kedua,” ujarnya.

Selain antusiasme warga, drg. Rini Muharni juga mengapresiasi Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin yang menjadi lokasi vaksinasi. Menurutnya tempatnya sangat representatif. Padepokan ini memiliki sirkulasi udara yang baik dan tempat parkir yang luas, sehingga bisa mencapai target lebih dari 1.000 per hari untuk menangani pasien. 

Apresiasi juga datang dari Koordinator Tenaga kesahatan Puskesmas Cipayung dr. Ario. Menurutnya,  sudah hampir sebulan tenaga kesehatan Puskemas Cipayung, banyak diperbantukan oleh pimpinan, guru dan santri pondok serta relawan LDII. Menurutnya, logistik dan juga keamanan bisa dibantu dan difasilitasi oleh Ponpes Minhaajurrosyidin, “Saya harapkan kerja sama tidak hanya berhenti pada vaksinasi ini, tapi kami bisa berkolaborasi di semua bidang kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Kedepannya kami bisa menjalin berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan. Misalkan mengadakan penyuluhan kesehatan secara massal. Tempat ini sangat sangat memadai untuk  pelaksanakan kegiatan lomba mengenai kesehatan,” ujarnya.

Dengan vaksinasi yang dilaksanakan berkelanjutan, Puskemas Cipayung berharap terbentuk herd immunity, atau kekebalan komunitas di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Minggu, 31 Desember 2017

LDII HINDARI KRISIS MORAL DENGAN GELAR MUNAJAT DI MALAM TAHUN BARU

LDII HINDARI KRISIS MORAL DENGAN GELAR MUNAJAT DI MALAM TAHUN BARU

Jakarta, 31 Desember 2017 – Di penghujung tahun ini, kegiatan warga LDII di 34-propinsi akan difokuskan di masjid dengan pengajian bersama dan memanfaatkan momen pergantian tahun dengan berdoa atau bermunajat daripada melakukan kegiatan yang di luar yang lebih banyak mudhorotnya.

Ir. H. Chiswanto Santoso M.Sc, Ketua DPP LDII yang membidangi Pendidikan Agama dan Dakwah mengatakan: “Kami memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiatan pengajian di mesjid dimana kita bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami”


Pengajian pada tahun baru dijadikan LDII sebagai tradisi untuk mengarahkan seluruh warganya pada sikap perilaku positif dengan melantunkan, memaknai Al Qur’an dan Al-Hadist serta contoh-contoh pengamalannya, nasehat-nasehat agama oleh ustadz-ustadz yang disebar ke seluruh pelosok negeri serta kegiatan pelatihan ketrampilan oleh para pakar yang dimilikinya dan berbagi pengetahuan umum lainnya.

Dr. H. Iskandar Siregar, M.Si. Ketua DPP LDII yang membidangi Kepemudaan mengatakan: ”Moment malam tahun baru adalah kesempatan seluruh warga LDII untuk bonding yaitu berkumpul mempererat hubungan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, dengan sesama  warga internal maupun dengan lingkungan mesjid. Justru inilah saat pembangunan karakter bisa divisualisasikan disaat krisis moral sedang berlangsung di negeri ini ”

LDII sangat peduli dengan perkembangan perilaku sosial yang amat memprihatinkan. Lunturnya nilai, keyakinan dan pola piker berakibat pada hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa bahkan merusak akhlaq harus dicarikan jalan keluar dengan kegiatan positif. 

“Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyyah yang mengarah pada maksiat. Tantangan berat bagi generasi ke depan adalah melawan  pengaruh lingkungan sosial yang melaju cepat. Karena itu pembekalan agama dan pembinaan akhlaq sebagai pondasi perilaku harus dilakukan secara terus menerus sehingga terbentuklah generasi yang faqih agama, akhalqul kharimah serta mandiri, kreatif dan inovatif bisa terwujud”, tekan Chriswanto

Chriswanto menambahkan bahwa kegiatan ini untuk memaintain kegiatan-kegiatan positif yang sudah dilaksanakan setahun penuh agar tidak rusak oleh kegiatan akhir tahun yang melanggar norma agama dan sosial, dan juga sebagai wujud konsistensi LDII dalam membina generasi muda.

Kegiatan pengajian serentak di tahun baru disambut gembira seluruh warga, baik yang tinggal di kota masing-masing atau yang sedang bertamu di kota lain sebagai forum pembinaan rohani dan kesempatan bertatap muka dengan warga yang berprestasi yang siap berbagi.

Minggu, 07 Februari 2016

DPP LDII Sowan ke Istana Kepresidenan Merdeka Jakarta bertemu Jokowi



Setelah mengundang Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada hari Jum'at tanggal 5 Februari 2016. Pertemuan tersebut bertempat di Istana Kepresidenan Merdeka, Jakarta.
Ketua DPP LDII, Prof. Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc yang juga anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan bahwa pertemuan LDII dengan Presiden tersebut juga membahas upaya penanganan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia.
Prof. Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc memberikan penjelasan bahwa LDII sangat menolak paham radikalisme, aksi terorisme, dan penyalahgunaan narkoba. "Kami menolak hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila. Radikalisme merupakan kontra Islam yang damai dan rahmatan lil alamin, sekaligus bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila," kata Abdullah Sam.
Ketua DPP LDII Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut  melaporkan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial yang selama ini dilakukan di berbagai daerah. ‎
"Bagaimana membangun insan yang secara pribadi memiliki kejujuran, sifat amanah, kerja keras dengan pola hidup hemat, sederhana, memiliki akhlaqul karimah, memiliki ilmu, keterampilan. Kemudian secara sosial dia bisa membangun teamwork yang rukun, kompak," kata Abdulloh Syam.
"Kita beserta MUI dan ormas lainnya sudah menyatakan penolakan itu. Kemudian di ponpes-ponpes yang dikelola LDII juga sudah dipasang dipampang menolak ISIS, ajaran radikalisme terorisme, kemudian narkoba, karena sangat bertentangan dengan Pancasila dan ajaran islam yang rahmatan lil alamin," Abdullah Syam menandaskan.‎
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan bahwa LDII memiliki maksud baik saat bertemu Presiden. Ia menilai, segala kontroversi mengenai LDII saat ini sudah tidak terjadi.
"Dulu mungkin (kontroversial), tapi sekarang sudah sangat baik. Mereka sangat tidak sependapat dengan radikalisme," ucap Lukman.
"‎Baru saja selesai dengan LDII, audiensi biasa, dia menyampaikan ada program 5 pilar revolusi mental, bisa dijabarkan untuk bagaimana membangun nilai-nilai revolusi mental itu di kalangan birokrasi, keluarga, masyarakat luas," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, Jumat (5/2/2016)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penanganan aksi terorisme dan penyebaran paham radikalisme perlu melibatkan semua lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, Luhut menilai tidak ada yang salah Presiden berdialog dengan LDII untuk keperluan tersebut.

DPD Kota Kediri Kunjungi DPW LDII Provinsi Jawa Timur

 Penyerahan Buku Laporan

Pada tanggal 23 - 24 Januari 2016, Pengurus DPD LDII Kota Kediri beserta Ketua PC LDII dan PAC LDII Se-Kota Kediri sebanyak 18 orang mengadakan kunjungan ke Kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Gayungan Kota Surabaya.
Dalam acara tersebut mempunyai tujuan untuk mempererat tali silaturrohim antara DPD LDII Kota Kediri dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur, disamping itu juga untuk sharing keorganisasian.
Di Sesion hari pertama, acara ramah tamah dan penjelasan bab organisasi oleh Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Drs.Ec. Amien Adhy kepada seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, beliau mengucapkan syukur atas hadirnya jajaran kepengurusan LDII Kota Kedriri beserta rombongannya. Disamping itu juga beliau memberikan penjelasan tentang pentingnya kerjasama dalam organisasi dan rencana Program Kerja DPW LDII Provinsi Jawa Timur Tahun 2016.
Drs. Ec. Amien Adhy menjelaskan bahwa tantangan organisasi semakin lama semakin besar dan berat sehingga sangat perlu untuk tetap solid dan bekerjasama dalam bidang apapun.
Di malam itu, beliau berjanji akan memberikan panduan pengurus organisasi dalam menjalankan tugasnya dalam menghadapi semua orang di segala lapisan masyarakat.


 Sesion kedua, sambutan Ketua DPD LDII Kota Kediri, H.Usman Arif, beliau memberikan tanggapan baik mengenai penjelasan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Drs. Ec. Amien Adhy. “Sungguh luar biasa. Kami merasa tersanjung, ternyata baru Kota Kediri yang bisa memerlukan waktu untuk kunjungan kerja dan sempat menyusun laporan kegiatan secara rutin,”.
Sesion terakhir di hari pertama, diisi pembekalan materi penulisan berita oleh Sofyan Gani dari Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPW LDII Provinsi Jatim. Sofyan menyarankan agar kelak seluruh pengurus DPD LDII se-Jawa Timur bisa mengirimkan informasi dalam bentuk berita ke situs berita DPW LDII Jatim.


Di Sesion pagi harinya pukul 06.30 WIB, Pengurus DPD Kota Kediri dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur mengadakan pertandingan persahabatan tenis bertempat di lapangan tenis Kawasan Industri SIER Rungkut, Surabaya.
Selesai bermain tenis, Pengurus DPD LDII Kota Kediri beserta jajarannya kembali ke Kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur lalu berpamitan untuk kembali meneruskan perjalanan pulang ke Kediri.

Kamis, 04 Februari 2016

Google Fiber, Internet murah dan cepat


Isu yang mengatakan bahwa pihak Telkom akan memberlakukan kebijakan kuota pada pelanggan indihome memang sedang ramai ramainya dibahas oleh netizen. Namun jangan khawatir, rencananya Indonesia akan memiliki internet broadband yang menurut kabar memiliki kualitas yang lebih baik. Ya, kementrian komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) merencanakan untuk mengadopsi teknologi Fiber Google.

Dikutip dari Indotelko, Rudiantara dari pihak Menkominfo mengatakan bahwa teknologi Fiber Google ini sedang dipelajari dan kedepannya teknologi ini akan diadopsi di Indonesia. Harapannya, kualitas internet yang baik dapat merata di seluruh wilayah Indonesia. Teknologi Fiber Google ini merupakan layanan Google yang diluncurkan pada tahun 2010. Layanan dari Google ini menawarkan 3 layanan internet, antara lain Gigabit + TV, Gigabit Internet serta Basic Internet.

Uniknya, pengguna Basic Internet Google Fiber hanya perlu membayar biaya kontruksi sebesar 300 USD dan setelah itu tidak perlu membayar biaya bulanan seperti yang dilakukan pelanggan layanan internet di Indonesia pada umumnya. Selain itu, pelanggan Basic Internet Google Fiber mendapat koneksi internet dengan kecepatan download sekitar kurang lebih 5Mbps.

Jika isu tentang Google Fiber yang akan masuk ke Indonesia ini memang benar, tentu pelanggan dari penyedia layanan internet lainnya di Indonesia akan menurun drastis. Terlebih dengan sistem pembayarannya yang hanya perlu bayar biaya kontruksi dan juga tanpa biaya bulanan.

Rabu, 03 Februari 2016

Pengembangan potensi profesional berbasis bakat



Pengembangan potensi profesional berbasis bakat (Bagian 1)

Dalam “psikologi positif” (positive psychology) di kenal suatu pemikiran yang mengungkapkan bahwa pekerja profesional akan lebih produktif bila ia merasa bahagia/senang dalam pekerjaannya. Perasaan bahagia merupakan suatu penanda bahwa seseorang memiliki atau berada dalam bakat yang di butuhkan dalam pekerjaan keprofesian tersebut. Dalam kesesuaian antara bakat dan pekerjaan tersebut, seseorang dapat memanfaatkan secara penuh bakat dominan yang di miliki. Pada saat bersamaan ia juga akan merasa mudah melakukannya dan bisa mencapai hasil yang maksimal. Dari hasil penelitian Gallup Organization, sebuah lembaga penelitian di Amerika menemukan bahwa 20% karyawan merasa puas dengan pekerjaannya. Sedangkan sisanya, 80% termasuk dalam kelompok karyawan yang bekerja dengan rasa terpaksa. Untuk itu seorang individu yang akan memasuki dunia pekerjaan perlu memeriksa keunikan dirinya, terutama kekuatan dirinya.
Manusia menemukan keunikan dirinya itu berlangsung terus menerus selama hidupnya. Semakin banyak orang beraktivitas, semakin banyak pulalah orang tersebut menemukan keunikan dirinya yakni berupa kekuatan yang disebut potensi diri. Keunikan yang bersifat tidak berubah dalam diri manusia tersebut ada yang secara ilmiah (nature), ini di sebut personality, sedangkan di luar kepribadian ada unsur lain dalam diri manusia yang bisa berubah (nurture) ini yang di sebut perilaku (behaviour). Perubahan perilaku ini biasanya berkaitan dengan usaha manusia itu sendiri untuk menyesuaikan diri.

Dalam menghadapi pekerjaan, pendekataan berbasis kekuatan menjadi penting. Setiap orang mempunyai kekuatan dan sumber daya untuk memperdayakan dirinya. Pendekatan berbasisi kekuatan ini, asumsinya bahwa keberadaan manusia sudah di takdirkan sejak lahir dan tidak berubah (nature). Konsep pengembangannya adalah menggali dan menemukan kekuatan maupun kelemahan dirinya, seraya menyalurkan kekuatan dan menyiasati kelemahhanya. Di pihak lain pendekatan berbasis kopetensi berlandaskan asumsi bahwa keberadaan manusia itu bisa berubah (nurture). Berbekal dengan keyakinan tersebut, konsep pengembangan manusia, dilakukan dengan analisis kesenjangan (gap analysis).

Ada cara sederhana untuk menemukan kekuatan, bakat, potensi diri yang bisa menjadi penanda sebagai berikut:
1.      Seorang merasa senang saat melakukannya (enjoy), untuk menguji apakah kita sungguh menyukai aktivitas tersebut atau tidak, jawab pertanyaan ini dengan sejujurnya. Apakah aku tetap akan melakukannya meskipun tidak seorangpun menghargai hasil karyaku. Katakanlah seorang yang suka masak selalu mengisi waktunya dengan memasak, terus berlatih, tak peduli orang lain tidak menyukainya.
2.      Seseorang dapat melakukan sesuatu dengan rasa mudah (easy), ketika kita merasakan dapat menguasai keterampilaan tersebut dengan mudah sementara orang lain dengan susah payah.
3.      Bila orang tersebut telah mencapai hasil yang maksimum (excellent)
4.      Dari apa yang dilakukan dari ketiga hal diatas, kemudian akan  menghasilkan pendapatan (earn).

PENGEMBANGAN POTENSI PROFESIONAL BERBASIS BAKAT (Bagian 2)

Seseorang yang berhasil dalam memanfaatkan bakatnya bagi pengembangan profesinya, potensi, kekuatan akan memiliki ciri 4E: Enjoy, Easy, Excellent, Earn

Jadi pandangan alamiah (nature) mengenai bakat saling bertemu dengan pengalaman beraktivitas sebanyak mungkin (nurture). Bakat sudah ada sejak lahir, namun baru ada sebagai potensi. Bakat baru berkembang jika bakat itu digunakan dalam berbagai aktivitas yang memanfaatkannya. Demikian pula seseorang tidak serta merta menjadi ahli dalam suatu bidang, bila tidak di pengaruhi lingkungan yang sesuai. Terdapat milyaran sel syaraf dalam otak seorang bayi. Dalam perkembangannya cikal bakal bakat itu terseleksi kedalam ribuan bakat juga. Pada usia akil baligh atau belasan tahun, bakat – bakat manusia secara sempurna terbentuk. Bakat – bakat ini belum menunjukkan prestasi yang di capai seseorang. Ia perlu di asah oleh pengetahuan, ketramilan, serta pemilihan pekerjaan yang sesuai.

Perlu berhati – hati dalam memanfaatkan bakat – bakat yang ada. Persoalannya adalah, sering kali dengan tidak disadari seseorang telah menyia – nyiakan bakat – bakat yang ada. Bakat – bakat yang menjadi kekuatan dianggap terlalu “mudah” dijalankan. Alih – alih / bukannya bakat kuat yang di kembangkan, justru memilih bakat – bakat yang lemah untuk di kembangkan. Fenomena ini tak jarang terjadi pula dalam pola pendidikan dan pengajaran di sekolah – sekolah.

Sering kali berorientasi pada penyelesaian masalah yang di berikan guru dari pada mencoba menggali bakat – bakat anak. Anak – anak yang merasa kurang dalam mata pelajaran tertentu mencoba mendongkrak nilainya dengan mengikuti les – les tambahan. Akibatnya, hasil yang di peroleh sering kali menipu. Bakat anak sebagaimana tergambar dalam nilai – nilai rapor seringkali tidak terlihat seperti yang sesungguhnya.

Untuk menguji bakat – bakat kita sebenarnya, ia harus memenuhi kriteria 4E yang telah di uraikan di atas; enjoy (senang), easy (mudah), excellent (kinerja maksimal) dan earn (menghasilkan). Ambil contoh, ada seorang yang berjam – jam tidak keberatan mendengarka temannya bercerita tentang dirinya atau ada orang yang dengan mudahnya ia memberikan pertolongan pada orang yang baru dikenal. Orang seperti ini biasanya memiliki bakat emphathy (bisa merasakan perasaan orang lain) yang cukup dominan. Dari bakat – bakat yang dimiliki seseorang, selanjutnya bisa diolah peran – peran apa yang di butuhkan dalam pekerjaan.

Peran merupakan kumpulan satu atau lebih kegiatan. Misalnya, seseorang yang memiliki bakat analistis (analytical) akan cocok dengan peran akuntan. Ia akan cocok dengan aktivitas – aktivitas seperti mencatat, menganalisis, mengestimasi, maupun mengevaluasi, maka pelatihan pengembangan profesinya adalah yang sesuai dengan peran tersebut. Atau seseorang yang gemar memeperbaiki berbagai kerusakan di sekitarnya, yang waktu luangnya tidak pernah kosong dengan aktivitas membetulkan sesuatu. Ia yang tergolong berbakat restorative (perbaikan) itu akan sangat cocok untuk peran – peran di bidang rrekayasa. Seseorang dengan profesi guru perlu memiliki bakat: developer, communication dan empathy. Demikian pula dengan seseorang dengan WOO (Winning Others Over) tinggi akan cocok untuk peran duta negara atau duta organisasi sebagai customer services.

Dialog Antar Umat Beragama Tangkal Perpecahan Anak Bangsa

 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah terus membangun dialog, silaturahim kebangsaan dan penguatan kerukunan umat beragama untuk...