Jumat, 16 Juli 2021

Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Vaksinasi Lebih dari 15.000 Warga, Dukung Target Herd Immunity

Puskesmas Cipayung Jakarta Timur Vaksinasi Lebih dari 15.000 Warga, Dukung Target Herd Immunity

Jakarta (14/7). Puskesmas Cipayung berkolaborasi dengan DPP LDII dan Ponpes Minhajurrosyiddin, berhasil memvaksin lebih dari 15.000 orang sejak 14 Juni 2021 lalu. Pencapaian ini turut menyumbang keberhasilan Pemda DKI Jakarta, yang menarget per 11 Juli, sebesar 5,44 juta warga atau 61,7 persen dari target yang  divaksin. 

Apresiasi terhadap Puskesmas Cipayung datang dari Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia turut menyampaikan perkembangan pelaksanaan vaksinasi di Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin itu. 

“Vaksinasi ini dimulai tanggal 14 Juni 2021, dengan peserta para santri dan warga di sekitar pesantren. Setelah kami berkoordinasi dengan pimpinan Kecamatan Cipayung, tempatnya memungkinkan untuk dilakukan secara berkelanjutan. Selama masih dibutuhkan kami siap membantu,” ujar Chriswanto.

Sebagai tuan rumah, Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin Pondok Gede KH. Muhammad Asy’ari Akbar bersyukur bila dapat berpartisipasi dalam menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaran vaksinasi bagi warga usia 12 tahun ke atas, merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Untuk itu, menurutnya, vaksinasi massal harus disukseskan. 

“Selain membangun karakter generasi penerus sebagai pribadi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri, sekaligus mencetak juru dakwah, pondok pesantren kami memiliki tugas pemberdayaan masyarakat,” kata KH Muhammad Asy’ari Akbar yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Vaksinasi massal telah diikuti para santri, guru-guru pondok beserta keluarga dan warga Cipayung. Berdasarkan data yang dihimpun Kepala Puskesmas Cipayung drg. Rini Muharni, vaksinasi di Padepokan Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin sudah terdaftar sekitar 18.000 peserta, dan yang sudah divaksin lebih dari 15.000 orang, “Rata-rata per hari 800 hingga 1.000 peserta yang divaksinasi,” kata drg. Rini Muharni.   

Dengan adanya penambahan target 2 juta vaksinasi setiap hari dari Presiden Joko Widodo, Puskesmas Cipayung menurunkan tenaga Kesehatan sebanyak 50 orang setiap hari. Antusiasme masyarakat sekitar, warga pondok, dan warga LDII di Jabodetabek yang mau divaksin membuat Rini Muharni mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di Ponpes Minhaajurrosyidin.  

“Antusiasme warga cukup tinggi dengan 1.000 kartu antrian selalu habis tiap paginya. Kami berharap vaksinasi ini terlaksana sampai selesai hingga tahap kedua agar masyarakat mendapatkan perlindungan yang maksimal. Kalau bisa, kami mengadakan kembali di sini karena tanggal 22 Juli nanti sudah mulai vaksinasi tahap kedua,” ujarnya.

Selain antusiasme warga, drg. Rini Muharni juga mengapresiasi Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin yang menjadi lokasi vaksinasi. Menurutnya tempatnya sangat representatif. Padepokan ini memiliki sirkulasi udara yang baik dan tempat parkir yang luas, sehingga bisa mencapai target lebih dari 1.000 per hari untuk menangani pasien. 

Apresiasi juga datang dari Koordinator Tenaga kesahatan Puskesmas Cipayung dr. Ario. Menurutnya,  sudah hampir sebulan tenaga kesehatan Puskemas Cipayung, banyak diperbantukan oleh pimpinan, guru dan santri pondok serta relawan LDII. Menurutnya, logistik dan juga keamanan bisa dibantu dan difasilitasi oleh Ponpes Minhaajurrosyidin, “Saya harapkan kerja sama tidak hanya berhenti pada vaksinasi ini, tapi kami bisa berkolaborasi di semua bidang kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Kedepannya kami bisa menjalin berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan. Misalkan mengadakan penyuluhan kesehatan secara massal. Tempat ini sangat sangat memadai untuk  pelaksanakan kegiatan lomba mengenai kesehatan,” ujarnya.

Dengan vaksinasi yang dilaksanakan berkelanjutan, Puskemas Cipayung berharap terbentuk herd immunity, atau kekebalan komunitas di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Minggu, 31 Desember 2017

LDII HINDARI KRISIS MORAL DENGAN GELAR MUNAJAT DI MALAM TAHUN BARU

LDII HINDARI KRISIS MORAL DENGAN GELAR MUNAJAT DI MALAM TAHUN BARU

Jakarta, 31 Desember 2017 – Di penghujung tahun ini, kegiatan warga LDII di 34-propinsi akan difokuskan di masjid dengan pengajian bersama dan memanfaatkan momen pergantian tahun dengan berdoa atau bermunajat daripada melakukan kegiatan yang di luar yang lebih banyak mudhorotnya.

Ir. H. Chiswanto Santoso M.Sc, Ketua DPP LDII yang membidangi Pendidikan Agama dan Dakwah mengatakan: “Kami memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiatan pengajian di mesjid dimana kita bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami”


Pengajian pada tahun baru dijadikan LDII sebagai tradisi untuk mengarahkan seluruh warganya pada sikap perilaku positif dengan melantunkan, memaknai Al Qur’an dan Al-Hadist serta contoh-contoh pengamalannya, nasehat-nasehat agama oleh ustadz-ustadz yang disebar ke seluruh pelosok negeri serta kegiatan pelatihan ketrampilan oleh para pakar yang dimilikinya dan berbagi pengetahuan umum lainnya.

Dr. H. Iskandar Siregar, M.Si. Ketua DPP LDII yang membidangi Kepemudaan mengatakan: ”Moment malam tahun baru adalah kesempatan seluruh warga LDII untuk bonding yaitu berkumpul mempererat hubungan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, dengan sesama  warga internal maupun dengan lingkungan mesjid. Justru inilah saat pembangunan karakter bisa divisualisasikan disaat krisis moral sedang berlangsung di negeri ini ”

LDII sangat peduli dengan perkembangan perilaku sosial yang amat memprihatinkan. Lunturnya nilai, keyakinan dan pola piker berakibat pada hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa bahkan merusak akhlaq harus dicarikan jalan keluar dengan kegiatan positif. 

“Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyyah yang mengarah pada maksiat. Tantangan berat bagi generasi ke depan adalah melawan  pengaruh lingkungan sosial yang melaju cepat. Karena itu pembekalan agama dan pembinaan akhlaq sebagai pondasi perilaku harus dilakukan secara terus menerus sehingga terbentuklah generasi yang faqih agama, akhalqul kharimah serta mandiri, kreatif dan inovatif bisa terwujud”, tekan Chriswanto

Chriswanto menambahkan bahwa kegiatan ini untuk memaintain kegiatan-kegiatan positif yang sudah dilaksanakan setahun penuh agar tidak rusak oleh kegiatan akhir tahun yang melanggar norma agama dan sosial, dan juga sebagai wujud konsistensi LDII dalam membina generasi muda.

Kegiatan pengajian serentak di tahun baru disambut gembira seluruh warga, baik yang tinggal di kota masing-masing atau yang sedang bertamu di kota lain sebagai forum pembinaan rohani dan kesempatan bertatap muka dengan warga yang berprestasi yang siap berbagi.

Minggu, 07 Februari 2016

DPP LDII Sowan ke Istana Kepresidenan Merdeka Jakarta bertemu Jokowi



Setelah mengundang Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada hari Jum'at tanggal 5 Februari 2016. Pertemuan tersebut bertempat di Istana Kepresidenan Merdeka, Jakarta.
Ketua DPP LDII, Prof. Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc yang juga anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan bahwa pertemuan LDII dengan Presiden tersebut juga membahas upaya penanganan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia.
Prof. Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc memberikan penjelasan bahwa LDII sangat menolak paham radikalisme, aksi terorisme, dan penyalahgunaan narkoba. "Kami menolak hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila. Radikalisme merupakan kontra Islam yang damai dan rahmatan lil alamin, sekaligus bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila," kata Abdullah Sam.
Ketua DPP LDII Dr. KH.Abdullah Syam M.Sc juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut  melaporkan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial yang selama ini dilakukan di berbagai daerah. ‎
"Bagaimana membangun insan yang secara pribadi memiliki kejujuran, sifat amanah, kerja keras dengan pola hidup hemat, sederhana, memiliki akhlaqul karimah, memiliki ilmu, keterampilan. Kemudian secara sosial dia bisa membangun teamwork yang rukun, kompak," kata Abdulloh Syam.
"Kita beserta MUI dan ormas lainnya sudah menyatakan penolakan itu. Kemudian di ponpes-ponpes yang dikelola LDII juga sudah dipasang dipampang menolak ISIS, ajaran radikalisme terorisme, kemudian narkoba, karena sangat bertentangan dengan Pancasila dan ajaran islam yang rahmatan lil alamin," Abdullah Syam menandaskan.‎
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan bahwa LDII memiliki maksud baik saat bertemu Presiden. Ia menilai, segala kontroversi mengenai LDII saat ini sudah tidak terjadi.
"Dulu mungkin (kontroversial), tapi sekarang sudah sangat baik. Mereka sangat tidak sependapat dengan radikalisme," ucap Lukman.
"‎Baru saja selesai dengan LDII, audiensi biasa, dia menyampaikan ada program 5 pilar revolusi mental, bisa dijabarkan untuk bagaimana membangun nilai-nilai revolusi mental itu di kalangan birokrasi, keluarga, masyarakat luas," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, Jumat (5/2/2016)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penanganan aksi terorisme dan penyebaran paham radikalisme perlu melibatkan semua lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, Luhut menilai tidak ada yang salah Presiden berdialog dengan LDII untuk keperluan tersebut.

DPD Kota Kediri Kunjungi DPW LDII Provinsi Jawa Timur

 Penyerahan Buku Laporan

Pada tanggal 23 - 24 Januari 2016, Pengurus DPD LDII Kota Kediri beserta Ketua PC LDII dan PAC LDII Se-Kota Kediri sebanyak 18 orang mengadakan kunjungan ke Kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Gayungan Kota Surabaya.
Dalam acara tersebut mempunyai tujuan untuk mempererat tali silaturrohim antara DPD LDII Kota Kediri dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur, disamping itu juga untuk sharing keorganisasian.
Di Sesion hari pertama, acara ramah tamah dan penjelasan bab organisasi oleh Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Drs.Ec. Amien Adhy kepada seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, beliau mengucapkan syukur atas hadirnya jajaran kepengurusan LDII Kota Kedriri beserta rombongannya. Disamping itu juga beliau memberikan penjelasan tentang pentingnya kerjasama dalam organisasi dan rencana Program Kerja DPW LDII Provinsi Jawa Timur Tahun 2016.
Drs. Ec. Amien Adhy menjelaskan bahwa tantangan organisasi semakin lama semakin besar dan berat sehingga sangat perlu untuk tetap solid dan bekerjasama dalam bidang apapun.
Di malam itu, beliau berjanji akan memberikan panduan pengurus organisasi dalam menjalankan tugasnya dalam menghadapi semua orang di segala lapisan masyarakat.


 Sesion kedua, sambutan Ketua DPD LDII Kota Kediri, H.Usman Arif, beliau memberikan tanggapan baik mengenai penjelasan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Drs. Ec. Amien Adhy. “Sungguh luar biasa. Kami merasa tersanjung, ternyata baru Kota Kediri yang bisa memerlukan waktu untuk kunjungan kerja dan sempat menyusun laporan kegiatan secara rutin,”.
Sesion terakhir di hari pertama, diisi pembekalan materi penulisan berita oleh Sofyan Gani dari Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPW LDII Provinsi Jatim. Sofyan menyarankan agar kelak seluruh pengurus DPD LDII se-Jawa Timur bisa mengirimkan informasi dalam bentuk berita ke situs berita DPW LDII Jatim.


Di Sesion pagi harinya pukul 06.30 WIB, Pengurus DPD Kota Kediri dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur mengadakan pertandingan persahabatan tenis bertempat di lapangan tenis Kawasan Industri SIER Rungkut, Surabaya.
Selesai bermain tenis, Pengurus DPD LDII Kota Kediri beserta jajarannya kembali ke Kantor DPW LDII Provinsi Jawa Timur lalu berpamitan untuk kembali meneruskan perjalanan pulang ke Kediri.

Kamis, 04 Februari 2016

Google Fiber, Internet murah dan cepat


Isu yang mengatakan bahwa pihak Telkom akan memberlakukan kebijakan kuota pada pelanggan indihome memang sedang ramai ramainya dibahas oleh netizen. Namun jangan khawatir, rencananya Indonesia akan memiliki internet broadband yang menurut kabar memiliki kualitas yang lebih baik. Ya, kementrian komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) merencanakan untuk mengadopsi teknologi Fiber Google.

Dikutip dari Indotelko, Rudiantara dari pihak Menkominfo mengatakan bahwa teknologi Fiber Google ini sedang dipelajari dan kedepannya teknologi ini akan diadopsi di Indonesia. Harapannya, kualitas internet yang baik dapat merata di seluruh wilayah Indonesia. Teknologi Fiber Google ini merupakan layanan Google yang diluncurkan pada tahun 2010. Layanan dari Google ini menawarkan 3 layanan internet, antara lain Gigabit + TV, Gigabit Internet serta Basic Internet.

Uniknya, pengguna Basic Internet Google Fiber hanya perlu membayar biaya kontruksi sebesar 300 USD dan setelah itu tidak perlu membayar biaya bulanan seperti yang dilakukan pelanggan layanan internet di Indonesia pada umumnya. Selain itu, pelanggan Basic Internet Google Fiber mendapat koneksi internet dengan kecepatan download sekitar kurang lebih 5Mbps.

Jika isu tentang Google Fiber yang akan masuk ke Indonesia ini memang benar, tentu pelanggan dari penyedia layanan internet lainnya di Indonesia akan menurun drastis. Terlebih dengan sistem pembayarannya yang hanya perlu bayar biaya kontruksi dan juga tanpa biaya bulanan.

Rabu, 03 Februari 2016

Pengembangan potensi profesional berbasis bakat



Pengembangan potensi profesional berbasis bakat (Bagian 1)

Dalam “psikologi positif” (positive psychology) di kenal suatu pemikiran yang mengungkapkan bahwa pekerja profesional akan lebih produktif bila ia merasa bahagia/senang dalam pekerjaannya. Perasaan bahagia merupakan suatu penanda bahwa seseorang memiliki atau berada dalam bakat yang di butuhkan dalam pekerjaan keprofesian tersebut. Dalam kesesuaian antara bakat dan pekerjaan tersebut, seseorang dapat memanfaatkan secara penuh bakat dominan yang di miliki. Pada saat bersamaan ia juga akan merasa mudah melakukannya dan bisa mencapai hasil yang maksimal. Dari hasil penelitian Gallup Organization, sebuah lembaga penelitian di Amerika menemukan bahwa 20% karyawan merasa puas dengan pekerjaannya. Sedangkan sisanya, 80% termasuk dalam kelompok karyawan yang bekerja dengan rasa terpaksa. Untuk itu seorang individu yang akan memasuki dunia pekerjaan perlu memeriksa keunikan dirinya, terutama kekuatan dirinya.
Manusia menemukan keunikan dirinya itu berlangsung terus menerus selama hidupnya. Semakin banyak orang beraktivitas, semakin banyak pulalah orang tersebut menemukan keunikan dirinya yakni berupa kekuatan yang disebut potensi diri. Keunikan yang bersifat tidak berubah dalam diri manusia tersebut ada yang secara ilmiah (nature), ini di sebut personality, sedangkan di luar kepribadian ada unsur lain dalam diri manusia yang bisa berubah (nurture) ini yang di sebut perilaku (behaviour). Perubahan perilaku ini biasanya berkaitan dengan usaha manusia itu sendiri untuk menyesuaikan diri.

Dalam menghadapi pekerjaan, pendekataan berbasis kekuatan menjadi penting. Setiap orang mempunyai kekuatan dan sumber daya untuk memperdayakan dirinya. Pendekatan berbasisi kekuatan ini, asumsinya bahwa keberadaan manusia sudah di takdirkan sejak lahir dan tidak berubah (nature). Konsep pengembangannya adalah menggali dan menemukan kekuatan maupun kelemahan dirinya, seraya menyalurkan kekuatan dan menyiasati kelemahhanya. Di pihak lain pendekatan berbasis kopetensi berlandaskan asumsi bahwa keberadaan manusia itu bisa berubah (nurture). Berbekal dengan keyakinan tersebut, konsep pengembangan manusia, dilakukan dengan analisis kesenjangan (gap analysis).

Ada cara sederhana untuk menemukan kekuatan, bakat, potensi diri yang bisa menjadi penanda sebagai berikut:
1.      Seorang merasa senang saat melakukannya (enjoy), untuk menguji apakah kita sungguh menyukai aktivitas tersebut atau tidak, jawab pertanyaan ini dengan sejujurnya. Apakah aku tetap akan melakukannya meskipun tidak seorangpun menghargai hasil karyaku. Katakanlah seorang yang suka masak selalu mengisi waktunya dengan memasak, terus berlatih, tak peduli orang lain tidak menyukainya.
2.      Seseorang dapat melakukan sesuatu dengan rasa mudah (easy), ketika kita merasakan dapat menguasai keterampilaan tersebut dengan mudah sementara orang lain dengan susah payah.
3.      Bila orang tersebut telah mencapai hasil yang maksimum (excellent)
4.      Dari apa yang dilakukan dari ketiga hal diatas, kemudian akan  menghasilkan pendapatan (earn).

PENGEMBANGAN POTENSI PROFESIONAL BERBASIS BAKAT (Bagian 2)

Seseorang yang berhasil dalam memanfaatkan bakatnya bagi pengembangan profesinya, potensi, kekuatan akan memiliki ciri 4E: Enjoy, Easy, Excellent, Earn

Jadi pandangan alamiah (nature) mengenai bakat saling bertemu dengan pengalaman beraktivitas sebanyak mungkin (nurture). Bakat sudah ada sejak lahir, namun baru ada sebagai potensi. Bakat baru berkembang jika bakat itu digunakan dalam berbagai aktivitas yang memanfaatkannya. Demikian pula seseorang tidak serta merta menjadi ahli dalam suatu bidang, bila tidak di pengaruhi lingkungan yang sesuai. Terdapat milyaran sel syaraf dalam otak seorang bayi. Dalam perkembangannya cikal bakal bakat itu terseleksi kedalam ribuan bakat juga. Pada usia akil baligh atau belasan tahun, bakat – bakat manusia secara sempurna terbentuk. Bakat – bakat ini belum menunjukkan prestasi yang di capai seseorang. Ia perlu di asah oleh pengetahuan, ketramilan, serta pemilihan pekerjaan yang sesuai.

Perlu berhati – hati dalam memanfaatkan bakat – bakat yang ada. Persoalannya adalah, sering kali dengan tidak disadari seseorang telah menyia – nyiakan bakat – bakat yang ada. Bakat – bakat yang menjadi kekuatan dianggap terlalu “mudah” dijalankan. Alih – alih / bukannya bakat kuat yang di kembangkan, justru memilih bakat – bakat yang lemah untuk di kembangkan. Fenomena ini tak jarang terjadi pula dalam pola pendidikan dan pengajaran di sekolah – sekolah.

Sering kali berorientasi pada penyelesaian masalah yang di berikan guru dari pada mencoba menggali bakat – bakat anak. Anak – anak yang merasa kurang dalam mata pelajaran tertentu mencoba mendongkrak nilainya dengan mengikuti les – les tambahan. Akibatnya, hasil yang di peroleh sering kali menipu. Bakat anak sebagaimana tergambar dalam nilai – nilai rapor seringkali tidak terlihat seperti yang sesungguhnya.

Untuk menguji bakat – bakat kita sebenarnya, ia harus memenuhi kriteria 4E yang telah di uraikan di atas; enjoy (senang), easy (mudah), excellent (kinerja maksimal) dan earn (menghasilkan). Ambil contoh, ada seorang yang berjam – jam tidak keberatan mendengarka temannya bercerita tentang dirinya atau ada orang yang dengan mudahnya ia memberikan pertolongan pada orang yang baru dikenal. Orang seperti ini biasanya memiliki bakat emphathy (bisa merasakan perasaan orang lain) yang cukup dominan. Dari bakat – bakat yang dimiliki seseorang, selanjutnya bisa diolah peran – peran apa yang di butuhkan dalam pekerjaan.

Peran merupakan kumpulan satu atau lebih kegiatan. Misalnya, seseorang yang memiliki bakat analistis (analytical) akan cocok dengan peran akuntan. Ia akan cocok dengan aktivitas – aktivitas seperti mencatat, menganalisis, mengestimasi, maupun mengevaluasi, maka pelatihan pengembangan profesinya adalah yang sesuai dengan peran tersebut. Atau seseorang yang gemar memeperbaiki berbagai kerusakan di sekitarnya, yang waktu luangnya tidak pernah kosong dengan aktivitas membetulkan sesuatu. Ia yang tergolong berbakat restorative (perbaikan) itu akan sangat cocok untuk peran – peran di bidang rrekayasa. Seseorang dengan profesi guru perlu memiliki bakat: developer, communication dan empathy. Demikian pula dengan seseorang dengan WOO (Winning Others Over) tinggi akan cocok untuk peran duta negara atau duta organisasi sebagai customer services.

Selasa, 02 Februari 2016

Remaja LDII menjadi juara Nasional Story Telling

Remaja LDII menjadi juara Nasional Story Telling

Agsha Intan Aulia menjadi kebanggaan warga ldii natar karena prestasi nasional di bidang Story Telling, selain itu dia juga sering mendapatkan medali kejuaraan tingkat nasional. Agsha panggilan akrabnya sehari-hari menimba ilmu bersama teman-temannya di s di SMA Tri Sukses.

Bahasa inggris itu mudah asalkan memiliki kemauan yang kuat serta dalam setiap harinya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat yang mudah dulu nanti lama-lama akan menguasai dengan mudah.
Pada tanggal 23 Januari agsha berhasil meraih juara pertama lomba story telling Provinsi Lampung yang digelar oleh SMA Al-Kautsar Bandar Lampung dalam rangka Milad ke-20 Perguruan Al-Kautsar.
Cerita yang sederhana dengan judul Jamaican pumpkin ( labu jamaika ) menjadi andalan agsha untuk menceritakan kisah seorang nenek yang mampu menipu dua binatang buas. Dalam sebuah cerita Nenek ingin sekali ke atas bukit untuk menjenguk anaknya, namun tidak di sangka-sangka si nenek di hadang oleh binatang buas. Untung saja nenek tersebut cukup cerdas sehingga binatang buas dapat di kelabuhi dengan mudah.
Kata aghsa “Dalam cerita tersebut saya juga menyisipkan moral value. if we want to reach the goal in our life, we have to be brave and focus to it, eventhough there are many obstacles that we face,” ujar Agsha. Pesan yang tersirat dalam cerita tersebut adalah kalau ingin sukses maka harus berani dan fokus pada tujuan utama.
Kesuksesan yang di raih Agsha tidak semudah membalikan telapak tangan, namun dia berlatih sejak SMP, selain itu Agsha juga memiliki guru pribadi yang mahir dalam dunia teater dan pintar acting serta mahir berbahasa Inggris.
Berikut ini adalah prestasi yang pernah di raih oleh Agsha Intan Aulia
Prestasi :
- Juara 1 lomba story telling tingkat provinsi, Al-Kautsar AMUSE SIX 2016
- Juara 2 lomba story telling tingkat nasional, FLS2N 2014
- Juara 5 lomba story telling tingkat nasional , FLS2N 2013
- Peringkat 9 lomba speech nasional, Erlangga English Speech Contest 2014
- Juara 1 lomba story telling tingkat provinsi, FLS2N 2014
- Juara 1 lomba story telling tingkat provinsi, FLS2N 2013
- Juara 1 lomba story telling tingkat kota, FLS2N 2014
- Juara 1 lomba story telling tingkat kota, FLS2N 2013
- Juara 1 lomba speech tingkat provinsi, Erlangga English Speech Contest
- Juara 1 lomba story telling tingkat provinsi, SDB Fair 2014 dan 2013

Dialog Antar Umat Beragama Tangkal Perpecahan Anak Bangsa

 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah terus membangun dialog, silaturahim kebangsaan dan penguatan kerukunan umat beragama untuk...