Rabu, 11 Maret 2015

Waspada Meskipun Anda Butuh

Waspada Meskipun Anda Butuh

LDII Kediri - Kebutuhan dan keinginan yang obsesif yang tak terkontrol dapat membahayakan diri. Marilah kita simak kejadian nyata di bawah ini. Seorang teman berceritra bahwa ia sedang menunggu janji seseorang yang tak kunjung dipenuhinya. Suatu hari secara tidak sengaja berkenalanlah teman saya ini dengan seseorang yang mengajak berbisnis tentang jual beli mata uang asing. Ia menawarkan uang ringgit, bila ia mau membelinya maka ia akan memberikan keuntungan yang lebih banyak dan berlipat. Untuk meyakinkan bahwa uang itu adalah benar teman saya ini diberi beberapa lembar uang ringgit untuk ditukar ke money changer, dan iapun menerimanya kemudian ia tukarkan. Benar saja uang itu berlaku dan sah. Kemudian teman saya dimintai uang sebesar Rp.5000.000,- (lima juta rupia) dan ia dijanjikan bahwa minggu ini akan diberikan lebih banyak lagi uang ringgit tersebut. Melihat keuntungan yang besar teman saya ini pinjam ke beberapa orang dengan harapan mendapat uang imbalan yang berlipat.
Terayu oleh iming-iming keuntungan yang pantastis, sampai penawaran yang tidak rasionalpun dikerjakan. Mari kita berpikir sedikit, jika uang ringgit yang katanya banyak berada itu memang ada dan berlaku,mengapa tidak tukarkan saja sendiri ,mengapa harus dibeli dulu oleh orang lain. Kemudian uang sampel yang diberikan pada teman saya itu, mungkin memang benar-banar uang yang berlaku sehingga ketika dites untuk ditukar di money changer benar adanya, tapi uang yang lainnya yang dijanjikan belum juga dikeluarkan dengan berbagai dalih.

Tentang kondisi teman saya. Ia adalah seorang yang mengalami kebangkrutan usahanya, utang banyak di sana sini, untuk makan sehari-haripun ia harus mencarinya setiap hari dengan berbagai upaya. Tanggungan keluarga yang banyak yang sedang membutuhkan baik makanan dan keperluan lainnya. Tidak punya pekerjaan tetap, beberapa kali gagal dalam bisnis termasuk modal teman-temannya ikut dalam kerugian itu. Kini ia dalam kondisi dikejar-kejar utang dan dikejar kebutuhan sehari hari. Tingkat kepercayaan yang menurun akibat beberapa janji yang tidak terpenuhi dsb. Kondisi yang terjepit demikian ini kadang membuat seseorang kehilangan control, tingkat kewaspadaan menurun, sebagaimana orang dalam keadaan panik, dan terhanyut ia akan memegang apa saja yang sekiranya dapat menyelematkan hidupnya; entah itu kayu, batu dan bahkan kayu berduri.

Dari sisi penipu atas nama hipnotis jika orang sedang banyak masalah dan sedang mencari harapan sangatlah mudah dikendalikan dengan cara diyakinkan, jika ia mulai berespons pada saat itulah sipemberi sugesti dapat mengendalikan ke mana saja, sampai pada hal yang tidak rasional, ia seakan menyetujui, mempertahankan, dan membelanya, sehingga ia berani berargumen dan mebela jika ada orang lain yang mengoreksinya. Ia akan sadar jika ternyata lama-lama tak terbukti benar, pada saat itu ia baru mengiyakan saran orang lain.

Hati-hati banyak hal yang memukau dan menghipnotis, hingga kita akan melakukannya dengan sukarela. Dengarkan nasehat orang jawa “ojo kagetan”. Dan jangan lupa berdoa setiap hari mohon perlindungan pada Alloh. “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)

Senin, 09 Maret 2015

Masalah Melahirkan Kreativitas dan Orisinalitas

Masalah Melahirkan Kreativitas dan Orisinalitas

LDII Kediri - Pada awal tulisannya, Norman Vicen Veale ia menyodorkan tentang keberadaan masalah, ia menyatakan bahwa masalah itu lumrah ditemui di mana-mana selalu ada dan terus ada. Yang tampak tidak ada masalah secara kasat mata adalah di pekuburan bukan di alam kubur. Kemudian ia juga menyindir jangan Anda lari ketakutan dari masalah sebagaimana burung onta, yang lari ketakutan dan menyembunyikan kepala direrimbunan daun, sementara badan dan ekornya tampak.

Manfaat keberadaan masalah untuk manusia adalah melahirkan kreativitas dan orsinalitas; melahirkan berbagai macam solusi atau memberi kesempatan menguji metode/cara atau kaidah tertentu untuk memecahkan suatu masalah pada kali yang berbeda dan situasi berbeda, hingga metode atau cara tersebut menjadi benar-benar soheh dan handal untuk digunakan dalam penyelesaian masalah yang relative sama penyebabnya. Keberadaan berbagai solusi atau alternative akan terjadi atau berlaku bagi orang yang berani menghadapi, menerima atau bertangungjawab . Karena jika tidak demikian secara kasar kita disindir untuk meilih mati atau menjadi benda-benda (Salter, Filsuf Eksistensial).

Dalam menghadapi permasalahan secara holistik yang pertama berdoa pada Alloh; memohon petunjuk , kekuatan dan solusi, kemudian jernihkan hati dan pikiran; berusaha untuk tenang yakin solusi selalu ada, lalu mengetahui (menyadari) dan mendefinisikan masalahnya; kita bertanya apakah masalahnya atau duduk persoalan bagaimana. Selanjutnya kita berusaha mengenali penyebabnya, lalu carikan alternative pemecahan masalah sebanyak-banyaknya dengan membaca teori terkait, bertanya dll, kemudian pilih alternative yang paling mungkin dan cocok untuk menyelsaikan masalah tersebut berdoa atau jika cukup waktu dengan solat iskhoroh dan putuskan, langkah berikutnya tawakal dan lakukan (exen). Langkah selanjutnya evaluasi hasilnya apakah masalah selesai, jika tidak selesai, periksa cara yang digunakan apakah sudah tepat atau perlu modifikasi atau pilih cara baru, lakukan lagi.

Seringkali dari masalah yang sama tidak dapat diselesaikan dengan cara yang sudah ada hingga masalah ini menjadi khusus dan orsinal keberadaanya; kita ketahui penjahat, kuman juga beradaftasi dan bermutasi, hingga terpaksan kita harus membuat atau memodifikasi cara agar lebih mampu menghadapi masalah dan inilah kelahiran pikiran kreatif yang orsinal. Namun sekali lagi hal ini dapat terjadi bagi orang-orang yang berani menghadapi dan menerima masalahnya. Tidak selalu masalah dapat diatasi oleh sendiri maka kita memerlukan kolaborasi dengan teman (berjamaah), serta bertawakalah pada Alloh.

Demikian manfaat dan keberadaan masalah, ada seorang bijak berkata,” manusia dilahirkan untuk menyelesaiakan masalah yang tidak pernah selesai (habis). FA-IDZAA FAROGHTA FANSHOB. WA ILAA ROBBIKA FARGHOB.

Anda Harus Berpikir Sehat untuk Sehat

Anda Harus Berpikir Sehat untuk Sehat

LDII Kediri - Anda akan mengetahui bahwa pikiran adalah benih-binih spiritual, Bila ditanam di bawah sadar, benih ini cenderung bertunas dan bertumbuh. Karena suatu hal kita menanam hal yang tidak kita inginkan, maka buahnya akan tidak sesuai dengan keinginan kita. Berbagai jenis peradangan, kelumpuhan, kegugupan dan kondisi penyakit umumnya adalah manifestasi dari rasa takut, cemas, susah, khawatir, iri, benci, dan pikiran sejenisnya. Proses kehidupan dijalankan oleh dua metode yang terpisah: Pertama, menyerap dan menggunakan bahan bergizi yang diperlukan untuk mebangun sel, Kedua, mengurai dan mengeluarkan bahan-bahan sisa.

Semua kehidupan tergantung pada aktivitas konstruktif dan destruktif ini. Karena hanya makanan, air dan udara yang dibutuhkan untuk kontruksi sel, maka urusan panajng usia merupakan hal yang mungkin.

Aktifitas destruktif yang merupakan penyebab semua penyakit, dengan hanya sedikit pengecualian. Bahan-bahan sisa menumpuk dan menjenuhkan jaringan sehingga menyebabkan keracunan, yang mencakup sebagian atau umum. Bila keracunannya hanya sebagian, gangguannya bersifat local. Bila umum gangguannya akan mempengaruhi seluruh system.

Maka, masalah yang kita hadapi untuk menyembuhkan penyakit adalah meningkatkan aliran masuk dan mendistribusikan energy vital ke seluruh system. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan cara menghilangkan pikiran rasa takut, cemas, susah, khawatir, iri, benci, dan setiap pikiran destruktif lainnya, yang cenderung merusak dan menghancurkan syaraf serta kelenjar yang mengendalikan pembuangan dan pembersihan bahan-bahan racun dan sisa.
“Makanan bergizi dan tonik penguat” tidak mutlak memberikan kehidupan karena hanya merupakan manifestasi sekunder. Manifestasi primer kehidupan dan bagaimana Anda berhubungan dengannya secara baik dan harmonis itulah pokok utama dari seluruh kesehatan dan kehidupan. (Saduran dari Charle F Haanel, dalam The Master Key System).

Kita sudah lama mendengar nasehat untuk orang sakit,” jangan banyak pikiran ”, anjuran berpikir positif, anjuran bersabar, anjurah untuk iklas, anjuran untuk ridho, anjuran untuk melupakan dan menghapus pikiran negative, anjuran untuk hanya memikirkan kebaikan orang, anjuran untuk memaafkan, anjuran untuk membantu dan bersodaqoh, anjuran untuk senyum dan bergembira, anjuran untuk menanam dan mengulang-ngulang pikiran positif. Semuanya adalah soal pikiran, yang mengarah pada pikiran adalah menguasai tubuh (mind body). Orang-orang spiritual dan ajaran agama-agama mendorong untuk hidup selaras dengan ketentuan Tuhan. Dalam ajaran Islam Al-Quran sebagai pembimbing manusia adalah juga bermanfaat sebagai obat.

Argumen hubungan dosa dengan penyakit, sebagian dosa dilakukan atas dasar pikiran yang salah, lalu mengakibatkan perilaku yang salah. Dengan memperbaiki cara berpikir, orang yang terlanjur dosapun ia akan bertobat, maka kemungkinan ia akan terhindar atau sembuh dari penyakitnya.

Doa Nabi Musa Doa Nabi Muhamad sama-sama memanjatkan doa yang intinya agar mereka diberi pikiran yang baik, ucapan yang baik sehingga dapat memudahkan urusannya. Setiap orang Islam dalam solatnya selalu meminta ditunjukan jalan yang lurus, tentu di dalamnya akan inklud pemikiran yang lurus dan benar.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82)

Lakukan hingga tujuh kali

Lakukan hingga tujuh kali

LDII Kediri - Ketika bayi Ismail baru dilahirkan, air susu Siti Hajar kebetulan belum keluar padahal bayi sudah menangis kehausan. Ibu yang sangat menyayangi bayinya ia berusaha mencarikan air, ditinggalkannya bayi dekat Baitullah sementara Siti Hajar berlari menuju Buki Safa untuk mencari air, karena di sana terlihat banyak burung beterbangan di atasnya, dengan susah paya ia berlari menuju tempat itu. Sampai di Bukit Safa ternyata air tidak ditemukan, kemudian ia menengok ke arah Bukit Marwah pemandangan hampir sama dengan ketika ia melihat Bukit Safa dari kejuahan iapun berlari ke sana. Ia lakukan itu karena di dua tempat itu terlihat ada harapan untuk memenuhi kebutuhannya itu. Bolak balik antara Bukit Safa dan Marwah sapai tujuh kali, yang achirnya ia berhenti mendengar jeritan Nabi Ismail dan Iapun menghapirinya, dengan izin Alloh di bawah bekas hentakan kaki bayi Ismail keluar air, kemudian Siti Hajar membendung dan mengupulkannya untuk memenuhi keperluannya, saa ini kita mengenalnya sebagai sumur Zam-Zam, perilaku Siti Hajar menjadi rukun ibadah haji yaitu sa’i.

Selain menjadi rangkaian perilaku untuk ibadah haji, kita dapat memetik pelajaran bagaimana seseorang harus tetaplah berusaha walaupun sudah yakin pasti Alloh menolong dan memberi rezeki bagi setiap orang. Dalam berusaha tidak putus asa kita akan terus melakukannya dengan pertimbangan arah petunjuk yang ada yang mungkin dapat kita tangkap menurut akal kita, sebagaimana dilakukan Siti Hajar, Ia pergi menuju ke dua tempat itu (Safa,Marwah) dengan pertimbangan tanda-tanda keberadaan air seperti tampak dalam pandangannya dari kejauhan dipermukaan bukit berpasir yang mungkin saja penglihatan patamorgana, ditambah dengan banyak burung di udara yang mengelilinginya. Kita melakukan hal dalam usaha dan bekerja sehari-hari demikian, mungkin sai kita antar rumah dan ke tempat kerja atau tempat bisnis atau yang baru mencari pekerjaan atau berbisnis berupa mencoba berdasarkan harapan pertimbangan permintaan pasar, trend, musim, iven dan peristiwa khusus dimana masyarakat membutukan barang atau jasa tertentu. Demikian bentuk harapan dalam usaha, adapun tentang kejadian mendapatkan untung tidak sedikit yang bukan diperoleh dari bisnis yang dijalankan, mungkin saja malah datang dari tempat lain yang tidak terduga atau mungkin tidak jauh dari bisnis itu baik terkait secara langsung atau tidak langsung, sebagaimana Siti Hajar yang mendapat air di dekat Ka’bah bukan di Bukit Sofa atau Marwah. Intinya usaha harus terus dilakukan selagi harapan itu masih ada. Sebagai kisah usaha yang tercatat dalam sejarah bisnis 6 kali usaha yang ke tujuhnya kemudian SUKSES, upyanya sejumlah 7 kali diabadikan dalam merek dagangnya yaitu minuman bersoda 7 UP dari Amerika yang pernah sukses seperti Cocacola.

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah pada Alloh, sesungguhnya Alloh menyukai orang yang bertawakal pada-Nya. Jika Alloh menolong kamu, maka taka da orang yang mengalahkanmu; jika Alloh membiarkanmu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat memeberi pertolongan kamu (selain) dari Alloh sesudah itu?, karena itu hendaknya kepada Alloh orang-orang mukmin bertawakal (Qur’an Srata Ali Imron ayat :159-160)
Orang bertawakal itu orang yang menebar benih di ladang kemudian ia bertawakal pada Alloh. Berusaha sunguh-sungguh berusaha dan bertawakalah pada Alloh.

Dialog Antar Umat Beragama Tangkal Perpecahan Anak Bangsa

 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah terus membangun dialog, silaturahim kebangsaan dan penguatan kerukunan umat beragama untuk...