Tiga Target Sukses Generasi Penerus LDII
![]() |
Tri Sukses Generus LDII |
Generasi penerus/generasi muda yang merupakan tulang
punggung suatu negara perlu dibekali dan dibina dengan sebaik-baiknya jangan
sampai disia-siakan. Masa muda adalah masa emas dari umur manusia. Generasi
penerus yang inilah yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan agama
maupun memperjuangkan kehidupan pribadi sebagai makhluk sosial yang akan hidup
di tengah masyarakat.. Dan ini dapat terlaksana apabila generasi penerus
merupakan generasi yang ideal apabila berhasil memenuhi tiga kriteria yaitu :
Memiliki Akhlaqul karimah (berkelakuan baik/budi luhur)
Salah satu misi Rosululloh adalah menyempurnakan akhlak yang
mulia dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladanannya kepada umatnya dengan
akhlaqul karimah di dalam memimpin umat, menjalankan dan menyiarkan agama
Alloh. Oleh sebab itu sudah selayaknya sebagai generasi penerus Muslim harus
memiliki akhlaqul karimah dan menghindari su’ul khuluq (Akhlak yang jelek).
Akhlak yang mulia adalah akhlaknya orang iman, akhlaknya ahli surga dan akhlak
yang dicintai oleh Alloh. Dengan akhlak yang mulia remaja sebagai generasi
penerus akan menjadi orang yang terhormat dan kehadirannya akan diterima dengan
baik oleh lingkungan masyarakat.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya :“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu
suri tauladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharap (ketemu) Alloh dan
(kebahagiaan) di hari kiamat dan dia banyak dzikir kepada Alloh”
Al Qur’an surat Al Qolam ayat 4,
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya :“Sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya memiliki
akhlak yang mulia”
انما بعثت لاءتمم صالح الاخلاق* رواه البخارى عن ابى هريرة
Artinya :“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan
akhlak yang mulia” (HR Bukhori dari Abi Huroiroh)
عليك بحسن الخلق فان احسن الناس خلقا احسنهم دينا رواه الطبراني
عن معذ
Artinya : “Tetapilah ahlak yang baik, sesungguhnya manusia
yang lebih baik akhlaknya lebih baik pula agamanya”
ان مكارم الاخلاق من اعمال اهل الجنة * رواه ابن ابي دنيا
Artinya :“Sesungguhnya akhlak yang mulia termasuk amalannya
ahli syurga”
ان الله تعلى يحب مكارم الاخلاق ويبغض سفسافها * رواه ابن ابي
دنيا
“Sesungguhnya Alloh yang maha luhur senang kepada akhlak
yang mulia dan membenci akhlak yang hina”
ان الرجل ليدرك بحسن الخلق درحة القائم الصائم* رواه احمد عن عائشة
Artinya : “Sesungguhnya bagi seseorang, dengan akhlak yang
baik akan mencapai derajat ahli sholat dan ahli puasa”
Sebagai contoh tentang akhlak yang baik dan mulia, baik
menurut pandangan manusia maupun agama (Qur’an Hadits) adalah : berbicara dan
berbahasa yang baik, tata krama, sopan santun, unggah ungguh, papan-emapan-adepan,
jujur, amanah, bisa dipercaya, silaturrohim, menghormat dan mengagungkan kepada
orang yang lebih tua, dan khususnya berbakti kepada orang tua dan berusaha
untuk menyenangkan hati mereka, dan lain-lain. Adapun contoh budi pekerti yang
jelek adalah : berdusta, menipu, ingkar janji (khianat), sombong, menghina,
dengki, meremehkan, drengki, iri hati, dendam dan lain-lain perbuatan yang bisa
merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Alim dan Faham agama (Faqih)
Berpegang kepada sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wasallam, bahwa :
العلم حياة الاسلام وعماد الائميمان * رواه ابو الشيخ عن ابن
عباس
Artinya :“Ilmu (Qur’an Hadits) adalah hidupnya Islam dan
tiangnya keimanan”
تفقهوا قبل ان تسودوا * رواه البخاي
Artinya :“Mencarilah kepahaman (agama) sebelum kalian semua
diserahi suatu tanggung jawab”
Maka tidak bisa ditawar lagi bahwa generasi penerus harus
menjadi orang alim (memiliki ilmu Qur’an Hadits) dan memiliki kepahaman yang
tinggi sebagai persyaratan utama untuk kelangsungan Qur’an Hadits ila. Sebab
remaja yang bodoh dan tidak paham agama bukan ahlinya untuk diserahi tanggung
jawab mengurus agama ini dan pasti akan merusak masa depan dan kelangsungan
Qur’an Hadits. Lihat dalil-dalil dibawah ini:
ان الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم
بقبض العلماء حتى اذا لم يبق عالما التخذ الناس وئوس جهالا فسئلوا فافتوا بغير علم
فضلوا واضلوا * رواه البخاى عن عبدالله ابن عمرو بن العاص
Artinya :“Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu yang
telah diberikan kepada hambaNya dengan mencabut ilmu tersebut, akan tetapi
Alloh mencabutnya dengan cara mewafatkan para ulama’. Sehingga manakala tidak
tersisa seorang alim pun maka manusia mengangkat pemimpin orang-orang yang
bodoh (tidak paham), ketika mereka (pemimpin bodoh) ditanya, maka mereka akan memberi
fatwa tanpa dasar ilmu, maka mereka sesat dan meyesatkan”
اذا وسد الامر الى غير اهله فانتظر الساعة * رواه البخارى عن
اب هريراة
Artinya : “Ketika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan
ahlinya, maka tunggulah saat (kerusakannya)”
Mempunyai ketrampilan untuk hidup mandiri
Generasi tua tentunya ingin meninggalkan generasi penerusnya
dalam keadaan yang kuat, baik jasmani, rohani maupun ekonominya dan tidak ingin
meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan yang lemah dan du’afa. Karena
dengan dukungan ekonomi yang mantap, selain bisa untuk mencukupi keperluan
hidupnya, urusan ibadah dan perjuangannya juga menjadi lebih lancar. Apalagi di
zaman akhir seperti ini, baik urusan dunia maupun akhirat diperlukan biaya dan
dana yang cukup banyak. Pepatah mengatakan Jer Basuki Mawa Beya. Selain itu
jika remaja Islam bisa mandiri, maka mereka akan lebih percaya diri, karena
tidak bergantung kepada orang lain dan pada akhirnya bisa lebih semangat dalam
memperjuangkan Qur’an Hadits tanpa harus didikte dan dipengaruhi oleh orang
lain yang tidak beriman. Lihat dalil-dalil di bawah ini :
انك ان تترك ورثتك اغنياء خير لهم من ان تتركهم عالة يتكففون
الناس * رواه النسائي عن سعد
Artinya :“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan ahli warismu
dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan ahli warismu
dalam keadaan melarat dan meminta-minta kepada orang lain”
اذا كان في اخر الزمان لا بد للناس من الدراهم والدنانير يقيم
الرجل بها دينه ودنياه * رواه الطبرانى عن المقدام
Artinya :“Ketika telah berada di zaman akhir, maka tidak
bisa tidak (pasti) bagi manusia harus memiliki dirham-dirham dan dinar-dinar,
untuk mengakkan agamanya dan dunianya dengan dirham-dirham dan dinar-dinar itu”
Untuk mencapai keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas
dari peranan berbagai pihak terutama peranana orang tua. Karena bagi orang tua
mempunyai anak adalah amanat yang harus dididik dan diramut tentang agamanya
dan akan dimintai pertanggungjawaban sampai dihadapan Alloh nanti. Di tangan
orang tua watak dasar dan kepribadian anak akan terbentuk. Lihat dalil di bawah
ini
كل انسان تلده امه على الفطرة وابواه بعد يهودانه وينصرانه ويمجسانه
فان كانا مسلمين فمسلم * رواه مسلم عن ابى هريرة
Artinya :“Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya atas
fitroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya yang
menjadikan anak itu yahudi, nashroni, atau majusi. Jika kedua orang tuanya
Islam, maka seharusnya anaknya juga Islam”
Dalam hal ini, kedua orang tua sudah semestinya paling
termotivasi untuk membimbing dan mendidik kepada anak-anaknya. Orang tua sama
sekali tidak boleh dayust, sembrono, embuh ora weruh terhadap pendidikan
anak-anaknya. Orang tua harus mengontrol dan mengevaluasi proses pendidikan
anak-anaknya untuk menjadi anak yang sholih dan sholihat. Perhatikan
dalil-dalil di bawah ini :
ياايها الذين امنوا قوا انفسكم واهلكم نارا * سورة التحريم
6
Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri
kalian dan ahli kalian dari api neraka…”
حق الولد على الوالد ان يعلمه الكتابة والسباحة والرماية وان
لا يرزقه الا طيبا * رواه البيهقي عن ابي رافع
Artinya :“Kewajiban orang tua terhadap anaknya yaitu
mengajarkan tulis menulis, berenang, memanah dan tidak memberi rezeki kecuali
yang baik (halal)”
لان يؤدب الرجل ولده حير له من ان يتصدق بصاع * رواه الترم ذى
عن جابر بن سمرة
Artinya :“Sesungguhnya bahwa seseorang memberi pelajaran
budi pekerti kepada anaknya itu lebih baik baginya daripada mengeluarkan
shodaqoh satu sho’.
مروا الصبي بالصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه
عليها * رواه ابو داود عن سمرة
Artinya :“Perintahlah anak kecil untuk mengerjakan sholat
ketika menginjak umur 7 tahun, dan ketika telah berumur 10 tahun maka pukullah
dia untuk mengerjakan sholat”
اربع من سعادت المرء ان تكون زوجته صالحة واولاده ابرارا وخلطاؤه
صالحين وان يكون رزقه في بلده * رواه ابن عساكر عن على بن ابى الدنيا
Artinya :“Ada 4 (empat) perkara yang merupakan
kebahagiaan/keberuntungan seseorang yaitu bahwa istrinya adalah wanita yang
sholihat, anak-anaknya berkelakuan yang baik, teman bergaulnya yang sholih dan
rezekinya (mata pencahariannya) di negeri sendiri”
اذا مات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاثة اثياء من صدقة
جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعوله * رواه ابو داود عن ابي هريوة
Artinya :“Ketika manusia telah mati maka putuslah darinya
semua amalnya kecuali tiga perkara. Yaitu : shodaqoh jariyah, ilmu yang
dimanfaatkan dan anak yang sholih yang selalu mendoakan/memintakan ampun
kepadanya”
Anak yang sholih sholihat merupakan tambang emas bagi kedua
orang tuanya, baik di dunia maupun di akherat. Tetapi sebaliknya apabila orang
tua lengah dan sembrono dalam mendidik mereka sehingga mereka akan menjadi anak
yang durhaka. Semestinya anak menjadi permata hati akan berbalik menjadi musuh
yang menyengsarakan di dunia dan akherat. Dalam hal ini Rosululloh pernah
memberi peringatan dalam sebuah hadits :
ليس عدوك الذي ان قتلته كان لك نورا وان قتلك دخلت الجنة ولكن
اعدى عدولك ولدك الذى خرج من صلبك ثم اعدى عدو لك مالك ال ى ملكت يمينك * رواه الطبرانى
عن ابى مالك الاشعرى
Artinya : “Musuhmu bukanlah seseorang yang jika engkau bunuh
maka bagimu adalah cahaya dan bukanlah seseorang yang jika membunuhmu maka
engkau masuk syurga, tetapi musuhmu (yang paling besar) adalah anakmu yang
keluar dari tulang rusukmu dan harta yang kamu miliki”
Peranan para pemimpin-pemimpin dalam memberikan dukungan,
motivasi, perhatian dan keseriusan terhadap kegiatan-kegiatan generasi muda
sangat menentukan juga di samping peranan orang tua. Nasehat-nasehat yang baik,
yang menyejukkan dan yang dapat menambah semangat ibadah dan perjuangan juga
sangat diharapkan.
Jajaran pengurus terutama para pengurus di tingkat takmir
masjid harus dapat membantu dan memperkuat program yang diadakan untuk
pembinaan generasi penerus. Sarana dan prasarana untuk kelancaran program
pendidikan dan pembinaan ini sangat mempunyai arti yang cukup penting.
Wahana-wahana yang sesuai dengan jiwa muda yang tetap dalam koridor tuntunan
Qur’an Hadits perlu diperhatikan.
Peranan para ulama, muballigh dan muballighot sangat penting
sekali, karena dari mereka para generasi muda menyerap ilmu Qur’an Hadits
sebagai bekal untuk melaksanakan kewajiban ibadah dan perjuangan. Semangat,
kesabaran, dan ketelatenannya dalam menyampaikan ilmunya, dan mampu memberikan
contoh-contoh perilaku yang baik sehingga bisa menjadi panutan dan tokoh idola
bagi para remaja dan generasi muda.
Peran serta para pakar pendidik sangat diharapkan bisa
mengejawantahkan metode-metode dan model dalam pendidikan dan pembinaan
generasi penerus yang baik, benar dan efektif sehingga ilmu-ilmu yang sudah
jelas benarnya (Qur’an Hadits) dan jelas menguntungkan bisa diterima dengan
senang hati, bangga dan penuh antusiasme oleh para remaja dan generasi muda
dalam mencapai tujuan dan keberhasilan yang nyata sesuai dengan harapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar