Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Peristiwa penting menjelang dan setelah proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 s/d desember 1949

Peristiwa penting menjelang proklamasi kemerdekaan
Peristiwa penting yang paling dekat pada saat di kumandangkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 agustus 1945 adalah peristiwa yang terjadi mulai awal agustus 1945 itu sendiri sebagaimana di terangkan pada butir IA, 3h yaitu tanggal 6,7,9,14,15,16,17,18,19, dan 29 agustus 1945 yang masing-masing peristiwa berkaitan satu sama lainnya sebagai sebab dan akibat merupakan untaian cerita sejarah perjuangan yang sangat menarik.
Pemboman terhadap kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang bagi Jepang merupakan malapetaka sedangkan bagi bangsa Indonesia merupakan hikmah yang mengakibatkan terjadinya kevakuman pemerintahan di Indonesia.
Kekosongan inilah yang di manfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan diri menjadi bangsa yang merdeka.
Sejak penjajah masih bercokol ditanah air kita , zaman VOC, hindia belanda dan jepang pandangan politik bangsa Indonesia sangat heterogen. Meskipun demikian heterogenitasnya pandangan politik bangsa Indonesia saat itu ada dua kutub besar yaitu : kutub kebangsaan dan agama. Jadi baik pada sidang BPUPKI maupun PPKI, disanalah kedua kutub ini saling berhadapan dan karena rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia sangat kuat, mereka berhasil memutuskan suatu kompromi, di awali lahirnya Piagam Djakarta pada tanggal 22 juni 1945 yang kemudian ada lagi kompromi kedua yaitu peristiwa tanggal 17 agustus 1945 sore hari, datang utusan dari Indonesia bagian timur yang menyampaikan kepada Bung Hatta keberatan terhadap bunyi kalimat Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya. Dengan semangat persatuan keesokan harinya menjelang sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945 hal tersebut dapat di atasi oleh Drs. Moch. Hatta bersama empat anggota PPKI yaitu : KH. Wahid Hasyim, Ki. Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimejo dan Mr. Teuku M. Hasan, maka berubahlah kalimat tersebut di atas menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Semangat persatuan demikian itu selanjutnya menjadi dasar perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah di proklamasikan, tak pandang suku bangsa, agama, ras, aliran dan golongan, yang menjadi ukuran sebangsa setanah air Indonesia, bahu membahu tolong menolong bersama-sama mengusit penjajah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kemudian mengisinya dengan pembangunan bagi seluruh bangsa Indonesia. Pada saat itu moto,slogan, pekik merdeka atau mati tidak hanya sekedar kata-kata atau teriakan saja, tetapi di buktikan dalam semangat juang yang berkobar tak kunjung padam. Banyak di antara pejuang kita mati sebelum menikmati alam kemerdekaan. Jiwa semangat perjuangan demikian itulah yang dimiliki bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan tahun 1945.
Setelah sidang pertama PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 maka sahlah UUD Negara republic Indonesia, memiliki seorang presiden dan wakil presiden dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintah Negara didampingi oleh Komite Nasional Indonesia Pusat, lahirlah sebuah Negara baru.
Mulailah babak baru, babak alam kemerdekaan diawali berlakunya UUD’45, system pemerintahan presidensiil mulai 18 agustus, bertahan sampai 14 november 1945. System pemerintahan Negara berubah menjadi parlementer atas usul BPKNIP yang di setujui pemerintah. Keadaan Negara sangat kacau selain berbagai pergolakan dalam negeri juga datangnya belanda yang ingin menjajah kembali bekas jajahanya.
Coba perhatikan kronologis peristiwa di bawah ini :
1.    Tanggal 29 september 1945, pendaratan tentara sekutu, SEAC ( South East Asia Command ) membentuk Komando Khusus bernama AFNEI ( Allied Forces Netherlands East Indies ) mendarat di Jakarta dengan membawa orang-orang NICA yang mempersenjatai eks KNIL sekeluarnya dari tahanan jepang ( lahirlah peristiwa 10 november 1945 di Surabaya ).
2.    Tanggal 21 juli 1945 agresi militer belanda 1 atau perang kemerdekaan 1 meletus.
3.    Tanggal 18 september 1948 pemberontakan PKI di madiun di bawah pimpinan Muso Alimin dan Amir Syarifudin berakhir dengan di tembak matinya Muso, sedangkan Amir Syarifudin di hokum mati. ( penumpasan pemberontakan tersebut ditugaskan kepada Divisi Siliwangi yang kebetulan berada di Yogyakarta setelah Long Mars dari Jawa Barat ).
4.    Tanggal 19 Desember 1948 belanda menyerang dan menduduki Yogyakarta melalui Maguwo Merupakan perang kemerdekaan II. Pemerintah darurat dipegang oleh Mr. Syafrudin  Prawiranegara di sumatera. ( ingat : peristiwa Enam Jam di Jogja tanggal 1 maret 1949 ).
5.    Tanggal 7 agustus 1949 di daerah taksikmalaya SM. Karto Suwiryo memproklamasikan NII dengan pasukanya DI/TII sempat menghalangi kembalinya pasukan siliwangi ke jawa barat dari Jogjakarta, maka pada tanggal 25 januari 1949 terjadi pertempuran di daerah Malangbong Garut Jawa Barat.
6.    Tanggal 23 Agustus 1949 dimulai Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Hasilnya Negara Indonesia menjadi Negara Serikat, UUD nya juga dig anti dengan UUD RIS mulai 27 desember 1949.
Mulai agustus 1945 sampai dengan agustus 1950 indonesia mengalami 10 ( sepuluh ) kali ganti kabinet yang berarti pemerintahan sangat labil.

0 Response to "Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia"